Jemu Berharap Bantuan Pusat Tak Kunjung Terwujud; Neni Putuskan Bangun Jalan BK Pakai APBD Bontang
Kondisi banjir rob yang selalu dialami warga di Bontang Kuala setiap pasang air laut. (M Rifki - Klik Kaltim)
BONTANG- Wali Kota Bontang Neni Moernaeni memastikan pembangunan jalan alternatif Kelurahan Bontang Kuala yang terdampak banjir rob akan diperbaiki menggunakan APBD pada 2027 mendatang.
Kebijakan itu diambil pasca Pemerintah Pusat tidak kurun merespon usulan Pemerintah maupun warga Bontang Kuala karena jalan utama mereka selalu lumpuh saat air laut naik.
Padahal, lobi anggaran diakui Neni sudah berulang kali. Bahkan sampai Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBJN) mensurvei lokasi dan menerima layout pembangunann.
"Mereka (Pemerintah Pusat) menganggap jalan itu masih layak. Padahal bukti sudah kami berikan. Akhirnya kita perbaiki sendiri saja tahun depan. Tidak bisa dibiarkan," ucap Neni Moernaeni.
Lebih lanjut, Neni mengaku teknis dokumen tengah disusun oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK). Dari informasi yang diterimanya alokasi berkisar Rp40 miliar.
Dirinya berharsp program ini bisa berjalan. Mengingat APBD Bontang pada 2027 mendatang mengalami tekanan yang sangat berat.
"Semoga saja anggaran tetap ada. Ini prioritas bagi kami," sambungnya.
Di kesempatan berbeda Kepala PUPR Kota Bontang Edy Prabowo mengatakan anggaran Rp 40 miliar ini dikhususkan perbaikan trotoar sebagai jalur alternatif.
Ketinggian trotoar juga akan ditingkatkan dan bisa dikintasi 2 kendaraan. Dengan lebar ditentukan dari dokumen perencanaan serta desain sebelumnya.
"InsyaAllah tahun depan jadi prioritas," terang Edy.
Diketahui, banjir rob selalu menutuo total akses warga Bontang Kuala. Bahkan kejadian banjir ini rutin setiap bulan sekali bahkan bisa 2 kali.
Diberitakan sebelumnya, Banjir rob kembali menggenangi kawasan pesisir Kelurahan Bontang Kuala, Selasa (16/6/2026) pagi. Tingginya pasang air laut menyebabkan akses utama menuju kampung di atas laut terendam dan mengganggu aktivitas warga.
Sejumlah warga yang hendak masuk ke kawasan Bontang Kuala memilih menunggu air surut. Mereka khawatir kendaraan yang digunakan mengalami kerusakan akibat terendam atau terkena percikan air laut.
Meski demikian, beberapa warga tetap nekat menerobos genangan demi menyalurkan hobi memancing. Dengan ketinggian air mencapai semata kaki, mereka tetap melintasi jalan yang tergenang karena sudah terlanjur menyewa kapal di dalam kawasan tersebut.
"Nekat saja, Mas. Nanti motor bisa disiram nanti. Kami sudah terlanjur sewa kapal," ujar salah seorang pengunjung yang bergegas memasuki kawasan Bontang Kuala.
Ikuti berita-berita terkini dari http://localhost:8000 dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: