Kapal 'Siluman' Dapat Solar Subsidi, Pemkot Bontang Verifikasi Ulang Data Nelayan

Oleh: M Rifki
Jumat, 06 November 2026 | 00:00 WITA
Dibagikan 0 kali
Kapal 'Siluman' Dapat Solar Subsidi, Pemkot Bontang Verifikasi Ulang Data Nelayan

Foto: Jerigen BBM milik nelayan di TPI Tanjung Limau.

BONTANG – Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3) Bontang kembali menyaring dan memvalidasi data penerima manfaat solar subsidi bagi nelayan.

Kepala Bidang Perikanan DKP3 Bontang, Syamsu Wardi, mengatakan proses validasi berlangsung ketat. Bahkan, tim melakukan pengecekan terhadap kondisi fisik kapal secara langsung. Verifikasi ini menyasar total 400 data kapal milik nelayan. Saat ini, progres verifikasi dan validasi sudah mencapai 90 persen.

"Kami ada saja dapati kapal yang tidak sesuai. Sudah tidak ada fisiknya. Itu kami coret dari data. Jumlahnya nanti kami rilis," ucap Syamsu Wardi.

Lebih lanjut, kebutuhan BBM solar subsidi di Bontang hingga saat ini terus meningkat. Data yang telah diverifikasi nantinya menjadi acuan dalam pengusulan kuota BBM solar subsidi ke Pertamina.

Berdasarkan kebutuhan saat ini, setidaknya Bontang memerlukan pasokan BBM solar subsidi sebanyak 350 kiloliter (KL) atau setara 350 ribu liter per bulan.

"Kalau sekarang hanya 192 KL itu tidak cukup untuk satu bulan. Per hari saja paling tidak butuh 11-12 KL. Sementara yang datang hanya 8 KL jadi pasti antrean menumpuk," sambungnya.

Sebelumnya diberitakan, Pemerintah Kota Bontang mengusulkan tambahan kuota solar subsidi bagi nelayan yang dijual melalui SPBN Tanjung Limau.

Kepala Bidang Perikanan Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3) Bontang, Syamsu Wardi, mengatakan kuota yang tersedia setiap bulan saat ini belum cukup untuk memenuhi tingginya permintaan para nelayan.

Dari catatan DKP3, total ada 400 kapal nelayan yang berhak membeli BBM subsidi jenis solar. Sementara itu, kuota bulanan yang disiapkan hanya 192 kiloliter (KL). Jika dibagi per hari, alokasinya hanya 6,4 KL.

Kendati demikian, biasanya Pertamina mengirimkan pasokan paling tidak 8 KL atau hingga 16 KL. Sementara itu, kebutuhan nelayan melebihi jumlah tersebut. Idealnya, kebutuhan solar subsidi per bulan untuk nelayan di Bontang bisa mencapai 300 kiloliter.

"Bayangkan saja kemarin karena ada 3 hari pasokan tidak dikirim, kebutuhan sampai 28 KL. Terus masuk 8 ton hanya meng-cover sedikit nelayan. Masih minus 20 KL. Berkurang lagi setelah Minggu menjual 8 KL. Ini kami akan ajukan kuota tambahan," ucap Syamsu Wardi. (*)

Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.btekno.id
dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR