•   15 June 2026 -

PT. Borneo Pariwara Mandiri

Jl. Kapt Pierre Tendean, RT 02 No 9, Kelurahan Bontang Baru
Kecamatan Bontang, Kota Bontang, Kaltim - 75311

Penanganan Stunting Berbasis Data, Pemkot Siapkan Timbang Serentak Balita

Bontang - Redaksi
20 Mei 2026
 
Penanganan Stunting Berbasis Data, Pemkot Siapkan Timbang Serentak Balita Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris memimpin rapat penanganan stunting. (Dok Pemkot Bontang)

BONTANG – Pemerintah Kota Bontang terus memperkuat upaya percepatan penanganan stunting melalui pelaksanaan timbang serentak balita yang dijadwalkan berlangsung pada Juni 2026.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pemutakhiran data sekaligus langkah strategis untuk memastikan program intervensi penanganan stunting berjalan lebih tepat sasaran di seluruh wilayah Kota Bontang.

Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, mengatakan timbang serentak menjadi momentum penting untuk mengetahui kondisi terkini balita di lapangan sekaligus memperkuat basis data penanganan stunting yang saat ini masih menjadi fokus pemerintah daerah.

“Melalui pengukuran ulang dan validasi data ini, kami berharap penanganan stunting semakin tepat sasaran dan angka stunting di Bontang dapat terus menurun,” ujarnya, Selasa (19/5/2026).

Ia menjelaskan, saat ini prevalensi stunting di Kota Bontang berada di kisaran 15 persen setelah sebelumnya mengalami penurunan dari angka 17 persen pada 2024.

Pemerintah daerah menargetkan prevalensi tersebut kembali turun hingga mencapai 12,5 persen pada 2026 melalui intervensi lintas sektor yang berbasis data dan kondisi riil masyarakat.

Menurut Agus Haris, penanganan stunting tidak cukup dilakukan melalui pelaporan administratif semata, tetapi harus diwujudkan dalam langkah nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Yang terpenting adalah intervensi benar-benar berjalan di lapangan sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh keluarga dan anak-anak,” jelasnya.

Sebelumnya, dalam rapat koordinasi bersama perangkat daerah terkait, Dinas Kesehatan Kota Bontang memaparkan hasil pemantauan balita, capaian posyandu, serta rencana validasi data melalui timbang serentak di seluruh wilayah kerja puskesmas.

Data hasil kegiatan nantinya akan dihimpun dari enam puskesmas dan 15 kelurahan sebelum dipusatkan di Bapperida untuk proses pemetaan dan penentuan intervensi lanjutan.

Selain fokus pada balita yang telah mengalami stunting, Pemkot Bontang juga terus memperkuat upaya pencegahan bagi kelompok berisiko melalui pendampingan sejak pra-kehamilan, perbaikan sanitasi, penyediaan air bersih, penerapan pola hidup sehat, hingga edukasi mengurangi paparan asap rokok di lingkungan keluarga.

Pemerintah daerah juga mendorong penguatan sistem data terintegrasi melalui aplikasi Super S dan Si Rindu serta sinkronisasi dengan Aksi Bangda guna mendukung kebijakan yang lebih akurat dan terarah.

Di sisi lain, Pemkot mencatat sejumlah capaian positif dari pelaksanaan program Pemberian Makanan Tambahan (PMT), vitamin D, dan zinc di Kelurahan Tanjung Limau yang berhasil membantu sebagian anak keluar dari kategori stunting.

“Kolaborasi lintas sektor terus kami perkuat, termasuk melibatkan IBI, PKK, penyuluh KB, dan Tim Pendamping Keluarga agar edukasi kesehatan dapat menjangkau masyarakat hingga tingkat keluarga,” pungkasnya.






TINGGALKAN KOMENTAR