10 Film Religi Indonesia Terbaik, Bisa Jadi Tontonan di Ramadhan 2023
Foto: 10 Film Religi Indonesia Terbaik, Bisa Jadi Tontonan di Ramadhan 2023
KLIKKALTIM - Menonton film menjadi salah satu aktivitas seru di bulan Ramadhan. Khususnya film religi. Berikut kami berikan rekomendasi 10 film religi Indonesia terbaik yang cocok ditonton saat Ramadhan.
Namun perlu diingat ya, selama menjalan Ibadah Puasa diutamakan untuk melakukan hal-hal yang mendatangkan pahala. Adapun bentuk ibadahnya dapat anda baca di sini. aktivitas menonton film religi bisa menjadi salah satu selingan saat menjalankan ibadah puasa. Langsung saja, berikut daftar 10 film religi Indonesia yang cocok ditonton saat berpuasa. Daftar ini disusun Klikkaltim dari channel youtube Cinelist.
1. Mencari Hilal
Mencari Hilal adalah film drama Indonesia yang dirilis pada tahun 2015. Film ini dibintangi oleh Deddy Sutomo, Oka Antara, dan Torro Margens.
Film ini menganugerahkan gelar Pemeran Utama Pria Terbaik untuk Deddy Sutomo pada Festival Film Indonesia 2015. Gelar ini menjadi satu-satunya yang diraih oleh film ini di antara 7 nominasi yang didapatkannya; dan satu-satunya penghargaan yang pernah diraih oleh Deddy Sutomo selama lebih kurang 40 tahun kariernya di perfilman Indonesia.
Film yang ditayangkan pada tahun 2015 lalu ini secara garis besar menceritakan upaya seorang bernama Mahmud yang tidak setuju dengan anggaran mencari hilal yang tidak masuk akal. Menurutnya kegiatan keagamaan tidak perlu menghabiskan dana sekian milyar karena bisa dilakukan dengan cara lebih sederhana.
Bagi Mahmud, tidak ada yang lebih mulia daripada menjalankan ajaran agama Islam. Ia yakin semua permasalahan di dunia dapat diselesaikan dengan ajaran agama Islam. Semangatnya ini kemudian harus terbentur kenyataan bahwa sidang Isbat Kementerian Agama justru menelan anggaran hingga sembilan milyar dalam rangka penentuan hilal.
Mencari Hilal bisa ditonton di Vidio dan Primevideo.
2. Mekah Im Coming (2019)
Mekah I'm Coming adalah film drama komedi Indonesia yang diproduseri oleh Hanung Bramantyo dan disutradarai oleh Jeihan Angga. Film ini merupakan debut Jeihan Angga sebagai sutradara film panjang.
Film ini dibintangi oleh Michelle Ziudith, Rizky Nazar. Film garapan MD Pictures bersama Dapur Film ini menceritakan Hubungan Eddy (Rizky Nazar) dan Eni (Michelle Ziudith) terancam kandas, lantaran Eni akan dijodohkan dengan saudagar kaya bernama Pietoyo (Dwi Sasono). Berkat saran dari Ibunya (Ria Irawan), Eddy berhasil merayu orang tua Eni, Pak Soleh (Totos Rasiti) dengan mengatakan akan berangkat Haji Tahun ini. Faktanya, untuk mendapatkan kuota visa Haji resmi, Eddy diharuskan mengantri selama 10tahun.
Film ini membuktikan bahwa tontonan religi tidak melulu harus serius. Mekah Im Coming bisa ditonton di Netflix, Viu, Vidio, Disney+Hostsar, dan Primevideo.
3. Qodrat (2022)
Baca di halaman selanjutnya..
==page break==
3. Qodrat (2022)
Qodrat adalah sebuah film horor aksi religi Indonesia tahun 2022 yang disutradarai oleh Charles Gozali. Film yang dibintangi oleh pasutri Vino G. Bastian dan Marsha Timothy sebagai pemeran utama ini ditayangkan di bioskop Indonesia pada 27 Oktober 2022.
Menceritakan tentang Ustaz Qodrat (Vino G. Bastian) selaku pemilik ilmu rukiah, gagal merukiah Alif Al-Fatanah (Jason Bangun), anaknya sendiri, yang dirasuki setan bernama Assuala.
Qodrat pun memutuskan untuk pulang ke pesantren di desa tempat ia menuntut ilmu. Namun, ketika sampai di sana, Qodrat justru kebingungan karena pesantren tersebut diisi oleh gangguan-gangguan yang tak dapat dijelaskan.
Hal ini mengakibatkan Qodrat harus merukiah Alif Amri (Keanu Azka), anak bungsu Yasmin (Marsha Timothy), yang memiliki kesamaan nama dengan almarhum anaknya.
Film Qodrat bisa Anda tonton di Primevideo.
4. ? Tanda Tanya
Film Tanda Tanya besutan Hanung Bramantyo tersebut, menyimpan sejuta makna lantaran sarat dengan menampilkan perbedaan agama dan budaya di Tanah Air.
Film ke-14 Hanung Bramantyo ini, mengisahkan tentang konflik keluarga dan pertemanan di sebuah area dekat Pasar Baru di Semarang, Jawa Tengah. Film ini dibintangi oleh Revalina S. Temat, Reza Rahadian, Agus Kuncoro, Endhita, Rio Dewanto, dan Hengky Solaiman.
Tema dari film ini adalah pluralisme agama di Indonesia yang sering terjadi konflik antar keyakinan beragama.
Melihat banyaknya konflik dalam, Hanung mengangkat masalah dan dituangkan dalam sebuah alur cerita. Alur cerita ini berkisar pada hubungan antar tiga keluarga, yaitu Buddha, Muslim, dan Katolik di sebuah area dekat Pasar Baru.
Dalam lokasi tersebut terdapat masjid, gereja dan klenteng yang letaknya tidak berjauhan. Penganut agama di film ini pun memiliki hubungan satu sama lain.
Film ini bisa anda tonton di Netflix.
5. Bidah Cinta (2017)
Film ini berkisah hubungan dua sejoli yang dibalut berbagai persoalan terkait pemahaman agama yang berbeda.Bid'ah Cinta mengisahkan hubungan asmara antara seorang gadis cantik Khalida (Ayushita) dan Kamal (Dimas Aditya) dengan latar sebuah perkampungan Betawi. Kisah cinta Khalida dan Kamal layaknya roman klasik Romeo dan Juliet, terbentur restu kedua keluarga.
Hanya, Bid'ah Cinta memasukkan unsur perbedaan pandangan dari keluarga dengan pemahaman Islam puritan dan tradisional. Mereka mempermasalahkan beberapa hal terkait bid'ah, seperti perayaan Maulid Nabi, malam Nisyfu Sya'ban, doa qunut, hingga tahlilan. Praktik-praktik tersebut memang kerap dikait-kaitkan dengan bid'ah.
Persoalan perbedaan pandangan ini yang menyeret hubungan Kamal dan Khalida ke pusaran konflik. Sang sutradara, Nurman Hakim, melalui film ini mencoba mengangkat fenomena bid'ah yang kerap jadi polemik di masyarakat, tapi dikemas dengan sentuhan humor.
6. Sang Pencerah (2010)
Baca di halaman selanjutnya..
==page break==
6. Sang Pencerah (2010)
Film drama tahun 2010 yang disutradarai oleh Hanung Bramantyo berdasarkan kisah nyata tentang pendiri Muhammadiyah, Ahmad Dahlan. Film ini dibintangi oleh Lukman Sardi sebagai Ahmad Dahlan, Muhammad Ihsan Tarore sebagai Ahmad Dahlan Muda, dan Zaskia Adya Mecca sebagai Nyai Ahmad Dahlan.
Film ini juga menjadi bukti bahwa Muhammadiyah adalah organisasi islam yang mengikuti Al-quran dan Al hadits dan menjadikan Muhammadiyah sebagai ormas terbesar urutan pertama di Indonesia dan didunia.
Film ini menjadikan sejarah sebagai pelajaran pada masa kini tentang toleransi, koeksistensi (bekerjasama dengan yang berbeda keyakinan), kekerasan berbalut agama, dan semangat perubahan yang kurang.[1] Sang Pencerah mengungkapkan sosok pahlawan nasional itu dari sisi yang tidak banyak diketahui publik. Selain mendirikan organisasi Islam Muhammadiyah, lelaki tegas pendirian itu juga dimunculkan sebagai pembaharu Islam di Indonesia. Ia memperkenalkan wajah Islam yang modern, terbuka, serta rasional.Versi novel kisah ini ditulis Akmal Nasery Basral berdasarkan cerita dan skenario film yang dibuat sutradara Hanung Bramantyo.
Film ini bisa ditonton di Netflix. dan Primevideo.
7. Tjokroaminoto: Guru Bangsa (2015)
Guru Bangsa adalah film drama biografi Indonesia yang dirilis pada 2015. Film ini disutradarai oleh Garin Nugroho dan diproduseri Christine Hakim. Film yang menceritakan biografi tokoh pahlawan nasional Tjokroaminoto ini melibatkan beberapa aktor/akris yang terlibat dalam film ini antara lain Reza Rahardian, Christine Hakim, Didi Petet, Alex Komang, Egi Fedly, Sujiwo Tedjo, Maia Estianty, dan lain-lain.
Menceritakan tentang Hijrahnya Putra Ponorogo, Tjokroaminoto dari Ponorogo ke Surabaya. Saat berkerja di urusan pemerintah hindia belanda di Ponorogo, Tjokroaminoto melihat ketidak adilan selama ini oleh kaum pribumi. Tjokroaminoto memilih undur diri dari pekerjaan setelah menikah dengan Soeharsikin, keputusan ini membuat R.M Mangoensoemo yang seorang wakil Bupati Ponorogo marah kepada Tjokroaminoto, akan tetapi Tjokroaminoto tetap melanjutkan Hijrahnya.
Di Surabaya , Tjokroaminoto bekerja sebagai kuli panggul dan berorganisasi SDI yang kemudian mendirikan Sarekat Islam, Tjokroaminoto pulang ke Ponorogo setelah mendapat kabar istrinya melahirkan anak, Oetari sehingga diboyonglah istri, anak dan pembantu ke surabaya. Tjokroaminoto membuat perusahaan Batik dan menerima pemuda untuk kos di rumahnya. Tjokroaminoto makin dikenal dalam konstribusinya di Sarekat Islam.
Film ini bisa ditonton di Disney+Hostsar dan Primevideo.
8. 3: Alif, Lam, Mim
Baca di halaman selanjutnya..
==page break==
8. 3: Alif, Lam, Mim
Film laga futuristik pertama di Indonesia yang dirilis pada 1 Oktober 2015 yang bercerita tentang persahabatan, persaudaraan, dan drama keluarga.
Film ini mengisahkan persahabatan Alif, Lam, Mim yang mengambil setting tahun 2036. Ketiganya merupakan para jagoan silat yang berasal dari Padepokan Al Ikhlas. Alif yang berwatak keras dan berpendirian lurus memutuskan untuk menjadi aparat negara. Ia ingin membasmi aparat kejahatan dan mencari pembunuh orang tuanya.
Pada ajang Festival Film Indonesia 2015, film ini mendapatkan lima nominasi, yaitu Skenario Terbaik (Umbara bersaudara), Pemeran Pendukung Pria Terbaik (Tanta Ginting), Pemeran Anak Terbaik (Bima Azriel), Tata Suara Terbaik (Khikmawan Santosa dan Novi DRN), serta Efek Visual Terbaik (Sinergy Animation).
Film ini bisa ditonton di Vidio.
9. 99 Nama Cinta (2019)
99 Nama Cinta adalah sebuah film drama Indonesia yang dirilis pada tahun 2019. Film ini disutradarai oleh Danial Rifki dan ditulis Garin Nugroho. Pemeran utama di film ini adalah Acha Septriasa, Deva Mahenra, Ira Wibowo, dan Donny Damara.
Film 99 Nama Cinta mengisahkan seorang perempuan bernama Talia (Acha Septriasa) yang bekerja di sebuah stasiun televisi. Ia memiliki karier yang tengah sukses, menjadi pembawa acara gosip sekaligus produser acara gosip Bibir Talia.
Selama menjalani programnya, ia kerap menjebak narasumber dan mengadakan wawancara tanpa persetujuan hanya demi rating semata.
Meskipun memiliki unsur religi, film ini sama sekali tak memiliki kesan untuk memaksa dan menghakimi.
Film ini bisa ditonton di Netflix.
10. Aisyah Biarkan Kami Bersaudara (2016)
Aisyah, Biarkan Kami Bersaudara adalah sebuah film drama Indonesia 2016 yang disutradarai Herwin Novianto. Film ini diangkat dari kisah nyata seorang wanita muslim yang menjadi guru di sebuah desa terpencil. Film tersebut dibintangi Laudya Cynthia Bella, Lidya Kandau, Arie Kriting, dan Ge Pamungkas.
Di Festival Film Indonesia 2016, film Aisyah berhasil masuk 6 nominasi dan memenangkan Piala Citra kategori Penulis Skenario Asli Terbaik. Di Usmar Ismail Awards 2017, film ini memenangkan 5 kategori termasuk Film Terbaik. Di Piala Maya 2016 memenangkan 4 kategori termasuk Film Panjang/Bioskop Terpilih.
Itu dia rekomendasi film religi yang cocok ditonton saat Ramadhan. Semoga puas kalian tetap lancar ya!
Ikuti berita-berita terkini dari
klikkaltim.btekno.id
dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: