Khawatir Dimintai 'Uang Tiket' dari Parpol, Relawan Daftarkan Basri-Najirah di Jalur Independen Sabtu Ini

Oleh: M Rifki
Rabu, 08 Mei 2024 | 00:00 WITA
Dibagikan 0 kali
Khawatir Dimintai 'Uang Tiket' dari Parpol, Relawan Daftarkan Basri-Najirah di Jalur Independen Sabtu Ini

Foto: Ketua PHM Udin Mulyono/ M Rifki- Klik Kaltim.

KLIKKALTIM.COM - Pusat Hubungan Masyarakat (PHM) akan mendaftarkan Basri Rase dan Najirah melalui jalur independen pada Sabtu (11/5/2024) mendatang. 

Ketua PHM Pusat Udin Mulyono mengatakan, sudah ada 17 ribu dukungan yang berhasil dikumpulkan relawan. jumlah itu sudah mencukupi batas minimal untuk mencalonkan jagoannya ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).  Mengacu pada data yang dirilis KPU Bontang, calon independen harus mengumpulkan 13.160 dukungan atau 10 persen dari total Daftar Pemilih Tetap (DPT). 

"Kami sudah siap daftarkan Basri-Najirah jalur independen. Ini sudah final Sabtu (11/5) akan daftar membawa 150 orang relawan," ucap Udin Mulyono kepada Klik Kaltim. 

Langkah PHM ini rupanya sudah mendapat restu dari Basri dan Najirah. Pasangan petahana ini justru merespon baik atas inisiatif PHM. Udin Mulyono juga memastikan langkah independen masih sangat potensial, dan menjadi alternatif saat keduanya tidak mendapat restu dari masing-masing Parpol. 

"Sudah saya sampaikan ke keduanya. Kita siap mencalonkan Basri dan Najirah maju Independen," sambungnya. 

Diakhir Udin Mulyono juga mengklaim semua KTP yang terkumpul murni diminta kepada masyarakat secara sukarela. Tidak ada uang seperpun yang diberikan. 

"Kami dapat KTP itu secara gratis. Tidak ada uang dalam pengumpulan," tuturnya. 

Alasan Usung Melalui Independen.. Baca di Halaman Selanjutnya >>>

==page break==

PHM Bontang punya alasan mengusung keduanya untuk maju jalur independen. Pertama untuk memangkas adanya indikasi permainan parpol. 

Hal itu terbukti dengan kencangnya dinamika internal Parpol keduanya. Yaitu PKB dan PDI Perjuangan. Seharusnya, kedua partai itu tidak perlu berfikir panjang untuk mengeluarkan rekomendasi. Apalagi status keduanya adalah petahana. 

Udin Mulyono khawatir gejolak dan ketidakpastian itu berujung pada 'jual beli' tiket rekomendasi oleh partai politik. Dalam bahasa awam biasanya praktik ini disebut 'uang perahu' untuk berlayar di pemilu.   

"Ini langkah antisipasi. Kalau belum ada rekomendasi Parpol. Basri-Najirah tetap bisa maju jalur Independen," pungkasnya.

Artikel berlanjut ke halaman berikutnya.

Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.btekno.id
dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR