Pilkada Bontang
Najirah Merasa Ditinggal Basri, Pisah Jalan karena Jalur Independen
Foto: Kandidat nomor urut 1 Basri Rase-Najirah Adi Darma mengabadikan momen seusai menyerahkan dokumen pendaftaran ke KPU Bontang/Dok Klik Kaltim 2020.
KLIKKALTIM.COM - Keputusan Basri Rase menempuh jalur non-partai atau independen di Pilkada Bontang disayangkan Najirah. Menjalin sinergi bersama hampir 4 tahun, Basri dan Najirah pisah jalan di menit-menit terakhir pendaftaran calon independen.
Basri Rase memilih Chusnul Dhihin sebagai calon pendampingnya di Pilkada nanti. Chusnul, bos ayam goreng di Bontang ini menggantikan posisi Najirah dalam tempo singkat. "Kemarin sore kami diminta putuskan, tengah malam keputusan kami ambil untuk tetap melalui jalur partai politik," ungkap Najirah didampingi putranya Ferza Agustia Darma, Jumat (10/5/2024).
Baca Juga : Najirah Pecah Kongsi, Chusnul Dihin Ditunjuk Jadi Pengganti
Kepada wartawan, Najirah mengatakan, keputusan untuk kekeh berlayar dengan PDI-Perjuangan karena amanah dari almarhum Adi Darma. Sebelum sepeninggal Adi Darma, lanjut Najirah, suaminya berpesan untuk berjuang melalui PDI-P.
Di samping itu, selama menjabat sebagai Wakil Wali Kota, PDIP telah banyak membantu pergerakan politik di Bontang. "Saya tak ingin dicap sebagai penghianat," katanya.
Merasa Ditinggal Basri...Baca Selanjutnya :
==page break==
Najirah mengaku tak ingin berpisah dengan Basri di Pilkada ini. Namun, keduanya harus berpisah karena keadaan. "Bukan keinginan kami untuk pisah," ungkapnya.
Baca Juga : Dukungan PDI-P untuk Najirah Makin Kuat, Diminta Susun Visi dan Misi
Ferza menambahkan, koalisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan PDI-Perjuangan sejatinya telah disepakati untuk kembali mengusung Basri - Najirah di Pilkada. Pun Ketua DPD PDI-P Syafruddin telah merestui Najirah untuk kembali berpasangan dengan Basri.
Ia bercerita, sebagai kader PDI-P Najirah tak bisa sembarang mengambil sikap politik. Infrastruktur partai yang besar, pasti memiliki strategi dalam mengambil keputusan. Alih-alih berembuk, Najirah mengaku hanya diberi waktu 8 jam untuk memutuskan beriringan dengan Basri di Pilkada, atau memilih jalan lain.
"Saya minta tambahan waktu, hingga pagi ini. Tapi tetap tidak bisa," ungkapnya.
Ferza menilai, keputusan singkat tersebut seolah-olah mengaburkan hubungan harmoni yang dirajut sejak 2019 lalu. Berjuang di Pilkada 2019 hingga menang, namun kenyataan pahit harus pisah jalan karena pilihan jalur independen. "Sangat saya sayangkan, kenapa terkesan terburu-buru. Padahal kami tetap ingin berpasangan," pungkasnya.
Klik Kaltim coba menghubungi Basri Rase melalui nomor ponselnya. Pesan singkat yang kami kirimkan tak dibaca, begitupun dengan panggilan ke ponselnya.
Ikuti berita-berita terkini dari
klikkaltim.btekno.id
dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: