Pilkada Bontang

Perang Dingin PKB Bontang dan Kaltim, Sutomo : DPC Jangan Baper-lah

Oleh: M Rifki
Selasa, 23 April 2024 | 00:00 WITA
Dibagikan 0 kali
Perang Dingin PKB Bontang dan Kaltim, Sutomo : DPC Jangan Baper-lah

Foto: Wakil Ketua DPW Kaltim Sutomo Jabir menanggapi isu Calo di internal PKB/Dok Klik Kaltim

KLIKKALTIM.COM- Eskalasi politik di dalam tubuh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menuju Pilkada Bontang terus meninggi. Pernyataan sekretaris DPC PKB yang khawatir dengan isu 'calo' ditanggapi serius pengurus tingkat provinsi. 

Wakil Ketua DPW PKB Kaltim Sutomo Jabir mengatakan, kekhawatiran pengurus di Bontang dengan isu 'calo' dinilai keliru. Sebab, partai pasti memiliki keinginan untuk memenangkan kader terbaiknya di kontestasi Pilkada. 

Baca Juga : Khawatir kena Calo! DPC Bontang Langkahi PKB Kaltim, langsung Setor Rekomendasi ke Pusat

"Mana mungkin di DPW PKB ada Calo. Itu tidak benar. Kami berpolitik juga profesional. Mekanisme partai kan berjalan. Semua kader disupport maju dan biar nanti DPP yang keluarkan mandat," terang Sutomo kepada Klik Kaltim. 

Baca Juga : Tak Persoalkan Sutomo Maju Pilkada Bontang, Basri Bakal Jalin Koalisi dengan Parpol Lain

Sutomo menjelaskan, partai memiliki mekanisme untuk mengusung kadernya yang berlaga di Pilkada. Sejumlah indikator penilaian dilakukan, untuk mengevaluasi kapasitas dari figur yang bakal diutus.

Wali Kota dari PKB, Perolehan Suara Minim ...Baca Selanjutnya

==page break==

Salah satu penilaian, seperti hasil Pemilu 14 Februari 2024 lalu. Khususnya, perolehan suara di tingkat DPR RI. Perolehan suara Syafruddin di pemilu kemarin sebesar 86 ribu, diraih dari 10 kabupaten dan kota se-Kaltim.

Mirisnya, di Bontang, dengan posisi Kepala Daerah dikuasai PKB hanya mampu menyumbang 5 ribu suara. Jumlah itu, setara dengan perolehan suara Syafruddin di Kabupaten Berau padahal tak ada kursi Partai PKB di sana. 

Baca Juga : Evaluasi Hasil Perolehan Suara di Pileg; Sutomo Yakin Kantongi Mandat PKB Ketimbang Basri

"Padahal di Bontang PKB punya Walikota. Masa sama dengan sumbangan suara dari kabupaten Berau yang tidak punya kursi sama sekali," sambungnya.

Seharusnya, PKB di Bontang tak Baper dengan situasi politik saat ini. Garis koordinasi sesuai dengan tingkatan tetap harus berjalan lancar. Mekanisme penjaringan mulai dari tingkat DPC, kemudian DPW hingga DPP tetap dilakukan.  

Baca Juga : Khawatir Ditinggal Partai, PHM Kumpulkan KTP untuk Basri - Najirah Tempuh Jalur Independen

"Kan koordinasi bisa. Biar sinergi bisa dibangun. Saya tahu lah ini kan politik. Jadi semua bisa terjadi," pungkasnya.

Artikel berlanjut ke halaman berikutnya.

Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.btekno.id
dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR