Pilkada Bontang
Strategi Menuju Pilkada Bontang, Begini Tanggapan Neni Soal Calon Pendampingnya
Foto: Neni Moerniaeni saat mengembalikan formulir pendaftaran ke DPD Nasdem Bontang, Senin (6/5/2024)/Ist-Klik Kaltim
KLIKKALTIM.COM- Neni Moerniaeni optimistis mampu meraih kemenangan di Pilkada Bontang November nanti.
Berbekal pengalaman kalah di Pilkada sebelumnya, banyak evaluasi yang dilakukan istri Andi Sofyan Hasdam ini.
Salah satunya dengan menjalin koalisi dengan Partai Nasdem. Walaupun Partai Golkar di Bontang memenuhi syarat untuk mengusung calon tanpa koalisi, namun kolaborasi lintas partai dibutuhkan untuk menambah kekuatan.
"Yah kita bangun koalisi agar dapat energi tambahan," ungkap Neni kepada wartawan usai mengembalikan formulir pendaftaran di NDPD Nasdem, Senin (6/5/2024) siang.
Di samping merajut koalisi, Neni juga mulai aktif menjalin simpul-simpul di lapisan akar rumput.
Silaturahmi dengan masyarakat makin intens dilakukan sekaligus menyampaikan gagasan ke warga.
"Kalau evaluasi, mungkin paling banyak evaluasi diri sendiri. Bertemu dengan masyarakat sekaligus silaturahmi," ungkapnya.
Kriteria Calon Wawali Neni Moerniarni..Baca Selanjutnya :
==page break==
Neni Moerniaeni menjadi idola para figur politik di Pilkada ini. Diusung Partai Golkar dengan raihan 7 kursi DPRD Bontang, membuat Golkar menjadi magnet bagi para kontestan.
Tercatat ada 8 pelamar yang mendaftar ke Golkar sebagai bacalon Wawali, mereka antara lain Muhammad Aswar, Agus Suhadi (belakangan cabut berkas), Nasrullah, Ahmad Bajuri, Ridwan, Muhammad Irfan, Sutomo Jabir, Bakhtiar Wakkang.
Dari para bacalon yang melamar, Neni mengaku, keputusan pendamping dirinya tergantung partai. Namun, ia menilai partai selalu menilai dari elektabilitas figur.
"Hasil survei pasti jadi pertimbangan. Kriteria khusus harus orang yang bekerja serius. Calon wakil saya serahkan ke DPD Golkar," sambungnya.
Ikuti berita-berita terkini dari
klikkaltim.btekno.id
dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: