16 Ribu ASN Dipindah ke IKN, Yuk Mengenal Budaya Kaltim: Tarian hingga 7 Hal Paling Pamali 

Oleh: Redaksi
Selasa, 14 Maret 2023 | 00:00 WITA
Dibagikan 0 kali
16 Ribu ASN Dipindah ke IKN, Yuk Mengenal Budaya Kaltim: Tarian hingga 7 Hal Paling Pamali 

Foto: Tarian Adat Kaltim. (ist)

KLIKKALTIM - Pemerintah akan memindahkan 16.990 ASN untuk bertugas di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara 2024 mendatang. Lokasi IKN terletak di Kabupaten Penajam, Paser Utara, Kalimantan Timur (Kaltim).

Bagi ASN yang dipindahkan ke IKN tentunya memerlukan informasi untuk lebih mengenal adat dan kebudayaan di Kalimantan Timur, termasuk hal paling pamali di Kalimantan. Untuk itu kami akan memberikan informasi mengenai kebudayaan di Kalimantan yang dirangkum dari berbagai sumber. 

Suku di Kalimantan Timur

Etnis Kaltim didominasi oleh etnis Jawa (30,24%) yang menyebar di hampir seluruh wilayah terutama daerah transmigrasi hingga daerah perkotaan.

Etnis terbesar kedua yaitu Bugis (20,81%) yang banyak menempati kawasan pesisir dan perkotaan.

Etnis terbesar ketiga adalah Banjar (12,45%) yang cukup dominan di Kota Samarinda dan Balikpapan. Kalimantan Timur merupakan tujuan utama migran asal Pulau Jawa, Sulawesi dan Kalimantan Selatan.

Di urutan keempat yaitu Etnis Dayak (9,94%) yang menempati daerah pedalaman. Etnis Kutai (7,80%) yang mendiami Kutai Kartanegara, Kutai Timur dan Kutai Barat berada di urutan kelima.

Di urutan keenam hingga sepuluh berturut-turut yaitu etnis Toraja (2,21%), Paser (1,89%), Sunda (1,57%), Madura (1,32%) dan Suku Buton (1,25%) serta suku-suku lainnya dari berbagai daerah di Indonesia.

Bahasa Daerah

Bahasa masyarakat Kaltim biasanya menggunakan Bahasa Indonesia dan Bahasa Banjar. Persebaran Bahasa Banjar ke Kaltim karena besarnya jumlah perantauan Suku Banjar asal Kalimantan Selatan.

Penutur Bahasa Jawa dan Bahasa Bugis juga cukup besar di Kaltim karena banyaknya pendatang asal Pulau Jawa dan Pulau Sulawesi yang mendiami Kaltim.

Ada beberapa bahasa lain yang dituturkan masyarakat Kaltim. Di antaranya, rumpun Melayu seperti bahasa Kutai Kota Bangun, Kutai Tenggarong, Berau dan rumpun Barito seperti Bahasa Paser, Benuaq, Bentian, Tunjung. 

Kemudian, ada bahasa Borneo Utara/Orang Ulu seperti Bahau, Modang, Aoheng/Penihing, Seputan, dan Basap Berau.

Lagu Daerah

Seperti halnya kebudayaan lain, Kalimantan Timur juga memiliki lagu khas daerahnya, lho.

Adapun beberapa lagu daerah dari Kalimantan Timur, di antaranya Burung Enggang, Meharit, Sabarai, Anjat Manik, Bebilin, Andang Sigurandang, Bedone, Ayen Sae, Sorangan, Indung-indung, Tingkilan (suku Kutai), dan Musik Sempek/Kejien (suku Dayak Wehea).

Senjata Tradisional

Di Kalimantan Timur, ada beberapa jenis senjata tradisional seperti mandau, gayang, keris buritkang, sumpit, tombak, perisai. Namun, yang paling terkenal adalah mandau. 

Mandau biasanya dibuat oleh seorang pandai besi yang mempunyai ilmu gaib. Mandau adalah semacam senjata yang berbentuk parang dengan panjang kira kira 1/2m.

Mandau itu ada dua macam. Pertama, mandau yang disebut Tampilan dan dipakai untuk perang dan upacara. Kedua, mandau yang biasa dipakai untuk keperluan sehari hari.

Pakaian Adat

Kebudayaan Kalimantan Timur tak lepas dari pakaian adat dari daerah itu sendiri.

Baik pria maupun wanita mengenakan tutup kepala (topi) berhiaskan bulu dari burung enggang, baju rompi dan kain tenun sebatas lutut.

Untuk pria, mengenakan tameng dengan hiasan khas di tangannya, serta kalung yang terbuat dari tulang dan gigi binatang.

Sementara wanita ditambah dengan kain (rok) dengan warna dan hiasan khas, serta kalung dan beberapa gelang di kedua belah tangannya.

Rumah Adat
Rumah Lamin adalah rumah adat Kalimantan Timur. Bentuknya panggung setinggi 2 meter dari tanah dan dihuni oleh 25-30 kepala keluarga.

Ujung atap rumah dihiasi dengan kepala naga sebagai simbol keagungan, budi luhur, dan kepahlawanan. Sementara, halaman rumah berdiri sebuah patung Blontang menggambarkan dewa sebagai penjaga rumah atau kampung.

Di dalam rumah adat ini, ada beberapa bagian yakni ruang dapur, ruang tidur, dan ruang tengah. Tangga yang digunakan untuk naik ke dalam rumah terbuat dari satu pohon. 

Sedangkan, dinding rumah dibuat dari katu dan daun rumbia. Di bagian bawah rumah (kolong) biasa digunakan untuk memelihara hewan ternak.

Desa Adat
Di Kalimantan Timur, ada desa budaya bernama Desa Lekaq Kidau. Hingga hari ini, desa adat Kalimantan Timur ini masih hidup dengan budaya nenek-moyang mereka.

Setiap musim panen tiba, masyarakat desa merayakannya dengan melakukan penyembelihan babi dan pertunjukan tarian khas Dayak.

Kemudian, dilanjutkan dengan kegiatan menumbuk beras menjadi tepung dengan alat serupa lesung. Hasil tumbukan beras dimasukkan dalam bambu berukuran sedang dan dibakar dengan bara api.

Penduduk desa ini juga masih memegang budaya daun telinga cuping panjang. Pemanjangan cuping telinga ini dilakukan sejak masih bayi.

Alat Musik Tradisional
Ada juga alat musik tradisional Kalimantan Timur antara lain, kadire, klentengan (sluding), sampek, jatung utang, dan uding/uring.

7 Hal Paling Pamali di Kalimantan

Baca di halaman selanjutnya..

==page break==

7 Hal Paling Pamali di Kalimantan

Di Kalimantan, keyakinan masyarakat terhadap pamali masih cukup kental. Bahkan masih diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Itu tidak lain karena rasa hormat terhadap roh leluhur yang masih terjaga hingga saat ini.

Nah, untuk menambah wawasan bagi ASN yang akan bertugas di IKN, berikut ini 7 dari puluhan perilaku pamali yang dipercaya orang Kalimantan.

1.Pamali menolak makanan yang ditawarkan

Kepuhunan adalah kata yang dapat menggambarkan situasi tersebut. Orang Kalimantan percaya akan tertimpa musibah jika menolak makanan yang telah ditawarkan orang lain. Sebagian besar musibah yang dimaksud adalah kecelakaan. Untuk menangkal itu semua, Anda wajib mencicipi makanan tersebut. Adapun cara lain adalah dengan menjilat ujung jari dan menyentuhkannya pada leher.

Namun kasus paling berat terjadi ketika Anda menolak kopi. Mau tidak mau, Anda wajib mencicipinya sedikit atau meminumnya. Orang Kalimantan percaya menolak kopi akan mendatangkan sesuatu yang mendekati kematian. Oleh sebab itu, jangan sesekali melanggar hal ini, apalagi ketika Anda akan melakukan perjalanan.

2.Pamali minum kopi yang diberikan orang lain sampai habis

Kopi memang minuman yang nikmat! Namun, jika Anda disuguhkan kopi oleh orang asing atau baru dikenal, sebaiknya jangan sampai menghabiskannya. Sisakanlah kopi itu sedikit agar mencegah sesuatu yang tidak diinginkan. Konon katanya, hal itu dilakukan untuk menghindari guna-guna atau ilmu hitam. Orang Kalimantan percaya bahwa pihak jahat biasanya menjadikan makanan sebagai media penyebaran ilmu hitam.

Namun, ada juga orang Kalimantan percaya kalau perilaku pamali ini tidak terbatas untuk kopi saja, bahkan semua makanan yang diberikan orang lain memiliki kemungkinan yang sama.

3.Pamali berkata tidak sopan tentang sandung

Sandung adalah tempat penyimpan tulang belulang leluhur atau nenek moyang suku Dayak melalui Upacara Tiwah. Tradisi ini sejak lama biasanya dilakukan oleh suku Dayak yang beragama Hindu Kaharingan.

Berkata tidak sopan tentang sandung akan mendatangkan kesialan. Tidak sampai disitu, roh-roh gaib dipercaya akan mendatangi Anda untuk memberikan teguran.

Pamali ini juga berlaku untuk makam, patung, dan tempat keramat suku Dayak lainnya. Jadi, jangan macam-macam ya! Disenggol sedikit sama roh penjaga, auto sakit berhari-hari loh…

4.Pamali membawa ketan atau telur rebus melewati tempat sunyi

Beberapa makanan memang punya pantangan jika dibawa memasuki tempat sunyi dan angker. Orang kalimantan percaya ketika melakukan perjalanan jauh dan anda tidak sadar membawa ketan masak atau telur rebus, bersiaplah untuk diikuti oleh makhluk gaib penunggu sekitar.

Dalam tradisi banjar di Kalimantan Selatan, ketan dianggap menjadi makanan penghubung dengan dunia gaib. Dalam cerita rakyat masyarakat banjar berjudul “Macan Pajadian”, diceritakan kalau kue yang dibawa oleh siluman macan adalah kue ketan. Sehingga masyarakat Kalimantan Selatan percaya membawa ketan melewati hutan akan mengundang siluman macam.

Sedangkan untuk telur rebus sendiri, Anda harus memecahkan cangkang dari telur tersebut. Itu dilakukan agar terhindar dari celaka karena diikuti makhluk gaib.

Kepercayaan lainnya juga menyarankan membawa daun hidup yang baru dipetik dan menyelipkannya di antara tas bawaan. Menurut keyakinan orang Kalimantan, membawa daun hidup dalam perjalanan berfungsi untuk “mendinginkan” sehingga dapat terhindar dari mara bahaya.

5.Pamali membakar ikan saluang di hutan

Membakar ikan saluang di hutan adalah uji nyali versi orang Kalimantan. Secara tidak langsung, Anda akan mengundang banyak makhluk gaib penghuni hutan dan sekitarnya. Konon ceritanya, akan terjadi gangguan di sekitar tempat Anda membakar ikan saluang tersebut. Gangguan itu dapat berupa penampakan, pohon tumbang, suara aneh, dan serangan fisik.

Ada sebuah cerita populer di masyarakat, kalau Anda akan mendapat bekas cakaran entah dari mana, dan diyakini itu berasal dari hantu yang marah.

Berdasarkan cerita turun temurun yang berkembang, Anda dapat terhindar dari gangguan tersebut jika Anda mempersilakan penghuni di hutan itu untuk turut “ikut makan”. Misalnya dengan berkata “Permisi datu, saya izin membakar ikan, kalau datu mau silahkan ikut makan”. Selain itu, Anda juga dapat melemparkan sepotong ikan ke tanah disertai niat dalam hati memberikan itu untuk “penghuni” sekitar.

Aturan pamali ini juga berlaku untuk semua makanan yang dimakan saat senja ataupun di hutan. Melemparkan sedikit makanan ke tanah dianggap menghargai “datu” yang ingin ikut makan.

Aturan pamali ini juga berlaku untuk semua makanan yang dimakan saat senja ataupun di hutan. Melemparkan sedikit makanan ke tanah dianggap menghargai “datu” yang ingin ikut makan.

6.Pamali duduk di depan pintu

Cukup sering terdengar nih! Ada banyak versi mengenai perilaku pamali yang satu ini. Versi yang paling populer adalah perempuan dilarang duduk di depan pintu, takutnya akan menghalangi jodoh. Ada juga versi yang masuk akal, orang dilarang duduk di depan pintu karena takut menghalangi orang keluar masuk.

Namun, ternyata ada salah satu versi yang seram dari tanah Kalimantan. Orang dilarang duduk di depan pintu saat senja, dikarenakan makhluk gaib akan melihat manusia itu dalam wujud binatang. Kalau makhluk gaib senang dengan Anda, hati-hatilah kesadaranmu akan diculik. Cukup menakutkan bukan? Kalau versi kalian bagaimana?

7.Pamali buang air sembarangan tanpa permisi

Ketika berada di hutan, orang cenderung acuh tak acuh buang air sembarang. Namun berbeda dengan orang Kalimantan, Anda sebaiknya meminta izin dengan roh penunggu atau datu di tempat itu. Contohnya, “permisi datu, saya ingin buang air di sini . .”.

Meminta izin di situasi tersebut adalah bentuk rasa hormat kepada roh nenek moyang di tempat itu. Sebaliknya, perilaku buang air seenaknya dipercaya akan membuat marah roh penunggu setempat. Akibatnya, akan terjadi masalah di organ vital Anda, entah itu penyakit atau sejenisnya.

Itulah tujuh perilaku pamali menurut kepercayaan orang Kalimantan. Sekali lagi pamali merupakan kepercayaan berupa mitos yang diturunkan dari para leluhur. Akan ada perbedaan sudut pandang antara satu orang dan lainnya. Sehingga keputusan untuk mempercayainya, akan dikembalikan lagi kepada pribadi masing-masing.

Itu dia beberapa kebudayaan di Kalimantan, semoga menambah wawasan. 

Artikel berlanjut ke halaman berikutnya.

Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.btekno.id
dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR