Buaya Riska
6 Fakta Usai Buaya Riska Ditangkap; Rumah Ambo Sempat Dijaga Polisi, Bakal Gandeng Pengacara
Foto: Kedekatan Ambo dengan Buaya Riska / Ist- Klik Kaltim.
KLIKKALTIM.COM - Usia Buaya Riska ditangkap untuk dievakuasi oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kaltim, Selasa (3/10/2023) kemarin terungkap sejumlah fakta menarik dari satwa yang viral ini.
Buaya Riska, satwa yang diklaim anak Ambo ini menjadi konten populer di kanal Youtube Fitriyani RISKA dengan jumlah pelanggan mencapai 1,2 juta subscribe. Usai dievakuasi oleh Tim BKSDA Klik Kaltim merangkum fakta-fakta terbaru terkait Buaya Riska :
Diklaim Betina Padahal Jantan
Selama 26 tahun merawat buaya Riska, bahkan Ambo belum mengetahui jenis kelaminnya. Pasalnya dirinya meyakini sebelumnya Riska adalah perempuan.
Hal itu berdasarkan nurani Ambo itu sendiri. Selain itu juga buaya Riska acap kali diikuti oleh anak-anaknya dari belakang. Dari situlah Ambo meyakini kalau sebelumnya Riska itu ialah betina.
"Saya memang jujur awalnya meyakini Riska itu betina. Karena itu berasal dari nurani saya yang dekat dan merawat selama 26 tahun. Memang belum pernah saya cek sih kalau buaya Riska itu jantan atau betina," kata Ambo kepada Klik Kaltim, Rabu (4/10/2023).
Baca juga: Ambo Yakin Buaya yang Dievakuasi Riska, Mohon Kesempatan Bertemu
Akrab dengan Manusia
Sejak 26 tahun lalu, Buaya Riska sering diberi makan oleh Ambo. Ambo tidak pernah sedikitlun merasa terancam. Karena setiap kali mengunjungi habitanya buaya Riska selalu menutup mata saat Ambo ingin berada di sampingnya.
Hal itu lah yang meyakini Ambo kalau Buaya Riska tidak menganggap manusia itu sebagai mangsa seperti dengan buata liar lainnya.
"Itu buaya Riska mana takut kalau ada manusia lewat. Karena dia menganggap bukan ancaman. Saat saya mau datangi aja dia selalu tutup mata dulu," sambungnya.
Di Jaga Polisi Agar tidak ke Muara, Baca di Halaman Selanjutnya..
==page break==
Dijaga Polisi Agar Tidak ke Muara
Rumah Ambo pada Senin (2/10/2023) malam pun dijaga oleh aparat penegak hukum. Total ada 3 personil yang melarang Ambo untuk tidak pergi ke muara.
Alasannya karena soal keselamatan. Petugas khawatir ada terjadi kegaduhan yang mengakibatkan bentrok antar warga.
Baca Juga : Setelah Riska Dievakuasi, Masih Ada 2 Buaya Guntung yang Bakal Direlokasi
"Ada total 7 orang. 3 diantaranya itu polisi yang jaga saya dan melarang pergi ke muara," ungkap Ambo.
Dirawat Sejak Kecil
Ambo kali pertama bertemu dengan Buaya Riska saat masih bekerja di lokasi proyek tak jauh dari rumahnya. Dari ukuran kecil hingga sekarang sepanjang hampir 4,5 meter dan lebar perut 70 centimeter.
Usai dievakuasi oleh BKSDA, Ambo menilai tim salah tangkap. Sebab, harusnya buaya ompong yang diklaim Ambo menyerang warga Guntung beberapa waktu lalu. Harusnya, BKSDA terlebih dahulu menangkap buaya liar.
Baca juga: Didampingi Polisi, BKSDA Berhasil Evakuasi Buaya 4 Meter di Guntung
Tidak Tandatangani Surat Bersedia Evakuasi
Pihak Kelurahan Guntung sempat memberikan secarik kertas yang berisi persetujuan evaluasi Buaya Riska yang dekat dengan Ambo.
Namun, surat itu tidak ditandatanganinya lantaran Ambo masih tetap kukuh menganggap buata Riska tidak bersalah.
Menurut Ambo BKSDA Kaltim seharusnya tidak hanya menyasar Buaya Riska. Karena dirinya meyakini benar kalau yang menyerang warga itu ialah Buaya Ompong.
"Ada itu suratnya tidak saya tandatangani. Eh ternyata Buaya Riska tetap dievakuasi," terang Ambo.
Menggaet Kuasa Hukum Dalam Persoalan Buaya Riska
Ambo mengaku didatangi oleh salah seorang pengacara beberapa waktu lau, secara simpatik pengacara itu menawarkan diri untuk menjadi kuasa hukum tanpa pungutan biaya apapun.
Ambo pun dengan senang hati menyambut baik adanya uluran tangan dari kuasa hukum. Selanjutnya ada beberapa item persoalan yang akan dibawa ke ranah hukum.
Kendati begitu Ambo belum ingin menjelaskan ke publik masalah apa saja yang akan diadukan.
Ikuti berita-berita terkini dari
klikkaltim.btekno.id
dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: