Banyak MBG Terbuang dan Berakhir jadi Makanan Ternak, SPPG Diminta Evaluasi Menu
Foto: Petugas mengumpulkan sisa makanan MBG di SMP Negeri 4 Bontang.(Klik Kaltim)
BONTANG - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Bontang diminta mengevaluasi menu imbas dari banyaknya makanan sisa.
Kepala SPPG Regional Bontang Surya Dwi Saputra mengatakan telah meminta pihak sekolah melaporkan menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang tidak diminati. Selain itu, setiap sisa makanan di sekolah akan ditimbang untuk mendapatkan data akurat. Masukan.dan data itu selanjutnya akan menjadi bahan evaluasi SPPG.
"Kami akan evaluasi. Untuk sisa makanan harusnya bisa dikembalikan ke dapur. Jadi mereka bisa evaluasi menu," ucap Surya.
Surya menyebut jumlah makanan sisa sudah jauh berkurang. Sayangnya dia tidak menyebut data pasti.
Sementara soal sisa makanan yang dijual ke peternak, dia menyebut tidak ada aturan yang dilanggar.
"Prinsipnya kami akan terus melakukan evaluasi berkala. Sampaikan saja kritik dan saran itu melalui sekolah," sambungnya.
Sebelumnya diberitakan, Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Bontang tidak hanya dirasakan para anak sekolah, ibu hamil, dan ibu menyusui. Para peternak rumahan maupun komersil juga ikut 'menikmati' dampaknya.
Di SMP Negeri 4 Bontang Barat, hampir saban hari beberapa orang mengumpulkan sisa-sisa makanan MBG pelajar dari ompreng. Asri-bukan nama sebenarnya- mengatakan rata-rata mengumpulkan 3 kantong plastik besar dari sisa makanan MBG, sekitar 10 kilogram.
Makanan sisa ini untuk jadi pakan ayam di rumahnya.
Asri tak sendiri, ada juga guru yang mengumpulkan sisa makanan untuk dibawa pulang sebagai pakan anjing di rumahnya. "Lumayan mas untuk pakan ternak dirumah. Saya kasih makan ayam. Itu guru ada juga yang ambil untuk diberikan ke anjingnya. Malah banyak juga pengepul gini dijual untuk pakan babi," kata dia kepada Klik Kaltim.
Kata dia, kondisi makanan terbuang juga tidak melulu melimpah, kadang ada kalanya sisa makanan tak cukup 1 kantong plastik. Biasanya, saat menu makanan MBG disukai pelajar seperti telur atau ayam kecap.
"Kalau sekarang murid lagi class meeting. Terus ada durasi waktu pengambilan ompreng jadi sisanya banyak," sambungnya. (*)
Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.btekno.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: