Penemuan Mayat Bontang
Kesaksian Penghuni Rumah, Semasa Hidup Almarhum Sering Diborgol dan Tidur di WC
Foto: Petugas mengevakuasi jenazah Yudi Cahyono dari TKP di Gang Atletik 8, RT 42, Kelurahan Api-Api, Kecamatan Bontang Utara, Sabtu (27/5/2023)/Klik Kaltim
KLIKKALTIM.COM - Penyidik dari Polres Bontang butuh waktu berjam-jam mengidentifikasi mayat dan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Gang Atletik 8, Kelurahan Api-Api, Kecamatan Bontang Utara.
Mayat Yudi Cahyono ditemukan membusuk di kamar mandi. Aroma tak sedap menyengat di sekitar rumah bekas toko alat tulis itu.
Dari pantauan Klik Kaltim, petugas dari Inafis Polres Bontang turut mengamankan sejumlah barang berupa ponsel dan borgol warna silver.
Belakangan diketahui borgol tersebut milik Luluk (59), si pemilik rumah yang juga mantan istri almarhum.
Kepada wartawan, Luluk mengaku, borgol yang didapati polisi itu digunakan untuk memborgol Yudi di depan kamar mandi.
Alasannya, karena almarhum sering buang air sembarang tempat. "Saya borgolnya di depan pintu, biar kalau kencing langsung ke WC. Tapi satu tangan aja," kata Luluk.
Baca Juga : Mayat Pria yang Membusuk Tercatat Penerima Rantang Kasih, Diduga Sudah 3 Hari Meninggal
Luluk (kiri) bercerita soal kepemilikan borgol kepada wartawan
Kembali Luluk bercerita, setiap hari ia bersama Yudi beserta 2 putranya tidur di rumah ini. Untuk membiayai kebutuhan hari-hari, Luluk berjualan makanan di Lapangan Bessai Berinta (Lang-Lang). Saat petang ia pulang ke rumah.
Baca Juga : Kasus Penemuan Mayat; 4 Saksi Diperiksa Polisi, Mantan Istri Almarhum Dikenai Wajib Lapor
Sedangkan, kebutuhan pangan Yudi diterima dari rantang kasih, paket makanan sehat dari Pemkot Bontang. Paket makanan itu diantar oleh kurir sehari 2 kali, pagi dan sore.
Baca Selanjutnya : Sering Diinapkan di WC....
==page break==
Bermalam di WC
Keterbatasan mental yang dialami almarhum dikeluhkan Luluk. Ia sering buang air sembarang dan menghambur perabotan di dalam rumah.
Atas alasan itu, mantan suaminya itu diinapkan di dalam kamar mandi supaya mudah untuk buang air. Bahkan, makan dan minum dilakukan di situ. "Yah kan Pakde sudah gak waras," kata Luluk mengiba.
Dikira Bangkai Tikus
Luluk kali terakhir komunikasi dengan mantan suaminya itu pada Kamis, (25/5/2023). Namun, ia tak menaruh curiga dengan kondisi Yudi di dalam kamar mandi. Makanan rantang kasih untuk Yudi selalu disimpan di depan pintu WC yang tertutup rapat. Namun, sejak Jumat, (26/5/2023) hari terakhir paket rantang makanan kembali utuh.
Sedangkan, aroma busuk yang menyengat di rumah sejak beberapa hari dianggap dari bangkai tikus mati di dalam rumahnya. "Saya cari-cari bangkai tikusnya di sini," kata Luluk menunjuk tumpukan barang di etalase rumahnya.
Tim Inafis yang dikonfirmasi belum mau berkomentar. Mereka menyarankan agar meminta keterangan dari polisi penyidik.
Ikuti berita-berita terkini dari
klikkaltim.btekno.id
dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: