Pembayaran Air Membengkak saat Rencana Kenaikan Tarif Mencuat, Begini Penjelasan PDAM Bontang

Oleh: M Rifki
Jumat, 23 Januari 2026 | 08:00 WITA
Dibagikan 0 kali
Pembayaran Air Membengkak saat Rencana Kenaikan Tarif Mencuat, Begini Penjelasan PDAM Bontang

Foto: Proses pembersihan WTP PDAM Tirta Taman Bontang. (dok)

BONTANG - Rencana kenaikan tarif air bersih PDAM Tirta Taman Bontang terus menjadi pembahasan masyarakat. Bahkan beberapa pelanggan mengeluhkan pembayaran yang tiba-tiba membengkak, lalu mengaitkannya dengan kenaikan tarif. 

Menanggapi hal tersebut, Direktur Perumda Air Minum Tirta Taman Suramin menegaskan kenaikan tarif belum berlaku. Saat ini pihaknya baru menyiapkan usulan penyesuaian tarif. Proses itu pun diprediksi akan memakan Waktu yang cukup panjang, karena harus dibahas bersama Pemkot dan DPRD Bontang.

Maka dari itu, Suramin memastikan pembengkakan pembayaran bersifat kasuistik. Semisal kemungkinan kebocoran pipa, atau peningkatan konsumsi dari konsumen. Perumda Tirta Taman meminta warga yang mengalami pembayaran membengkak untuk melapor. 

"Silahkan melapor. Karena belum ada kenaikan. Itu kasuistik saja," ucap Suramin, Kamis (23/1/2026).

Baca di halaman selanjutnya >>

==page break==

Kembali menekankan soal rencana kenaikan tarif, Suramin menekankan bahwa Perumda Tirta Taman penuh kehati-hatian dalam proses tersebut. Tarif yang diusulkan pun berdasarkan hasil kajian yang sudah dijalankan. 

Terlebih Bontang sudah hampir 8 tahun tanpa ada kenaikan tarif berkala. Hal tersebut bahkan menjadi temuan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). 

Selain itu, Sesuai Surat Keputusan Gubernur Kaltim Nomor 100.3.3.1/K.391/2024 penetapan tarif batas atas dan batas bawah menjadi pedoman utama. Hingga kini, tarif air di Bontang masih berada di bawah batas bawah yang ditetapkan dan berpotensi menjadi temuan audit.

Akhir pekan ini Perumda Tirta Taman juga akan menggelar sosialisasi untuk menyampaikan rencana kenaikan tarif tersebut. 

"Nanti akan dipublikasi kalau sudah final akan naik," sambungnya. (*)

Artikel berlanjut ke halaman berikutnya.

Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.btekno.id
dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR