Pemkot Bontang Belum Temukan Formula Tangani Nenek Mare Pengemis yang Resahkan Warga

Oleh: M Rifki
Jumat, 16 Juni 2023 | 00:00 WITA
Dibagikan 0 kali
Pemkot Bontang Belum Temukan Formula Tangani Nenek Mare Pengemis yang Resahkan Warga

Foto: Kepala Dinsos-PM Bahtiar Mabe/ M Rifki- Klik Kaltim. 

KLIKKALTIM.COM - Pemerintah Kota Bontang belum menemukan formulasi baru untuk menangani pengemis bernama nenek Mare. 

Kepada Klik Kaltim, Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos-PM) mengaku sudah membina pengemis tersebut berkali-kali. Bahkan nenek Mare masuk dalam daftar penerima program Penyalur Keluarga Harapan (PKH).

Namun, saat diamankan di rumah singgah nenek tersebut mengamuk dan tidak bisa diam. Walhasil acap kali ia dilepaskan dengan alasan tidak tega. 

"Jadi kita masih mencari formulasi penanganannya. Kalau mengikuti prosedur yang ada sulit karena pengemis ini masuk kategori lansia," terang Bahtiar Mabe. 

Selanjutnya, Dinsos-PM juga mengetahui nenek Mare ini berdomisili di Kelurahan Bontang Baru, tepatnya di Tanjung Limau. 

Baca juga: Diamankan Saat Tertidur di BPU, Pengemis 'Tajir' di Bontang Kantongi Uang Rp 27 Juta

Bahkan, tindakan pemaksaan oleh sang anak untuk menyuruh orang tuanya mengemis pun sudah diketahui. Sempat dilakukan pemeriksaan oleh tim ternyata sang anak juga memiliki keterbelakangan mental. 

Nenek Mare hanya punya seorang anak. Tidak ada anggota keluarga lain di Bontang. Dinsos-PM bersama Satpol-PP juga tidak tinggal diam kalau ada laporan warga karena perbuatan nenek Mare. 

"Kalau didapat lagi di tengah jalan akan kami tindak. Dibawa ke Rumah Singgah, dan di asesmen. Itu sementara yang dilakukan," pungkasnya.

Dikeluhkan Warga, Sudah 5 Kali Ditertibkan Satpol PP

Baca di Halaman Selanjutnya...

==page break==

Perilaku pengemis di jalanan Bontang yang acap kali memaksa pengendara dikeluhkan warga. Salah satunya, wanita usia lanjut sering 'mangkal' di Simpang Bontang Baru.

Nenek dengan setelan jilbab dan sarung itu sering minta-minta ke pengendara roda empat maupun roda dua. Parahnya, saat tak diberi ia menggedor kaca mobil pengendara. Dari aduan yang diterima Klik Kaltim, nenek ini sering berulah di Simpang Ramayana.  

"Tolong dong neneknya ini dilaporkan ke Satpol-PP biar dibawa. Karena sudah meresahkan sekali. Sudah sampai Gedor-Gedor kaca mobil karena tidak di kasih uang," kata salah seorang warga melalui sosial media Klik Bontang 1 Juni 2023 lalu. 

Baca Juga : Berkedok Sumbangan Masjid, Satpol PP Minta Warga Melapor Jika Temukan Peminta-minta

Dikonfirmasi saat itu, Kepala Bidang PPUD Satpol-PP Eko Mashudi mengaku sudah sering kali menindak keberadaan nenek pengemis itu. 

Hanya saja setiap kali ditindak tidak memberikan efek jera. Satpol-PP juga tidak bisa memberikan sanksi sesuai Perda karena pertimbangan umur.

Baca Juga : Sering Minta Rokok Gratis di Warung, Gelandangan Diangkut Satpol PP Bontang

Diketahui pengemis itu tinggal di Kelurahan Bontang Baru tepatnya di arah menuju Tanjung Limau. Nama nenek itu ialah Mare. Dari keterangan tetangganya, sehari-hari nenek ini  kerjanya minta-minta

"Sudah lebih lima kali kami amankan. Dibawa ke rumah singgah Dinsos-PM. Bahkan sampai ke rumah sang nenek itu. Cuman masih mengulang terus," tutur Eko Mashudi. 

Lebih lanjut, Satpol-PP saat menemui nenek itu di jalan akan ditindak, lalu dibawa pulang. Informasi yang diterimanya nenek Mare ini memiliki anak. Tetapi, diduga anaknya melakukan pembiaran. Bahkan, informasinya anak itu yang memanfaatkan ibunya. Dinsos-PM juga informasinya akan melakukan rapat koordinasi soal pengemis ini. 

 "(Dugaan) Itu sudah saya lapor ke polisi. Karena perkara ini deliknya aduan, harus si Neneknya melapor, Tapi tidak mau melapor," pungkasnya.

Artikel berlanjut ke halaman berikutnya.

Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.btekno.id
dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR