Proyek Mangkrak 2023
Proyek Gagal Rampung; Siswa SMPN 1 Bontang Giliran Pakai Ruang Kelas, Jam Belajar Dikurangi
Foto: Rombongan Komisi III DPRD Bontang saat meninjau lokasi proyek pembangunan gedung sekolah SMP Negeri 1 Bontang/Dok
KLIKKALTIM.COM- Pemutusan kontrak kerja kontraktor pelaksana proyek pembangunan ruang kelas di SMP Negeri 1 Bontang berimbas dengan jadwal belajar murid di sekolah.
Pihak sekolah pun akhirnya tetap melanjutkan skema pembelajaran yang dibagi menjadi 2 waktu hingga 2024 mendatang.
Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Bontang Riyanto mengatakan para peserta didik sudah menunggu untuk menggunakan ruangan kelas baru yang dibangun pada 2023 ini.
Namun apalah daya proyek yang menelan biaya Rp6,6 miliar dan dikerjakan oleh CV Amra Mandiri dihentikan lantaran progres yang sudah minus mencapai 20 persen.
Minus 7 Kelas
Alasan penambahan ruang kelas baru itu dikarenakan jumlah kelas masih belum cukup. Saat ini total Rombongan Belajar (Rombel) sebanyak 25. Sedangkan, ruang kelas hanya tersedia 18 ruangan.
"Artinya kita masih lanjutkan skema 2 shift. Padahal kita berharap sudah ini selesai dan semua bisa merasakan sekolah di satu waktu," ucap Riyanto kepada Klik Kaltim.
Baca Juga : Kontraktor Pasrah Kontrak Diputus; Proyek Gedung SMP Negeri 1 Bontang Mangkrak
Baca Selanjutnya : Jam Belajar Dikurangi
==page break==
Imbas dari ruangan kelas yang digunakan bergilir, pihak sekolah terpaksa memangkas jam belajar para murid. Semula 1 mata pelajaran dibutuhkan 40 menit, kini dipangkas 10 menit agar rombongan kelas lainnya tak lama menunggu.
Kepada wali murid dirinya meminta pengertian karena skema sekolah masih menggunakan shift. Dirinya juga memastikan proses belajar mengajar akan tetap berlangsung maksimal meski dengan keterbatasan ruangan.
"Kepada wali murid kami minta bersabar. Pembelajaran terpaksa tetap 2 shift karena bangunan sekolah ternyata belum selesai," sambungnya.
Mengkonfirmasi hal itu, Disdikbud Bontang mengupayakan pengerjaan RKB baru tetap bisa dikerjakan. Meski diputus kontrak, pelaksana pengerjaan diminta menyelesaikan atap dan lantai dasar bangunan.
Kabid Pendidikan Dasar Disdikbud Bontang Nurhadi mengaku, pada 2024 nanti lantai dasar bisa di gunakan. Meski begitu usulan itu masih akan dipertimbangkan terlebih dahulu.
Mengingat di bagian atap belum sepenuhnya rampung dikerjakan oleh kontraktor yang sudah diputus kontraknya per Selasa (12/12/2023).
"Kita upayakan bisa terpakai lah yang lantai dasar. Cuman melihat situasi dan kondisi nanti," kata Nurhadi.
Ikuti berita-berita terkini dari
klikkaltim.btekno.id
dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: