Tak Punya Biaya, Orang Tua Pemuda Disabilitas asal Bontang yang Terlantar di Jawa Pasrah

Oleh: M Rifki
Senin, 03 Juli 2023 | 00:00 WITA
Dibagikan 0 kali
Tak Punya Biaya, Orang Tua Pemuda Disabilitas asal Bontang yang Terlantar di Jawa Pasrah

Foto: Kuhammad Rajis saat berada di Balikpapan./ Istimewa. 

KLIKKALTIM.COM - Herianto Sutrisno tidak berhenti berdoa untuk keselamatan sang anaknya Muhammad Rajis Oktaviano (24) yang saat ini terlantar di pulau Jawa. Saat mengetahui anak pertamanya itu sudah tidak berada di rumah keluarga yang berada di Malang Jawa, Tinur Heri sapaan akrabnya hanya bisa menunggu. 

Karena kondisi ekonomi Herianto pun sangat terbatas. Bahkan pria berumur 60 tahun ini juga sudah tidak produktif lagi untuk bekerja. Bahkan untuk makan sehari-hari saja dia berharap dengan belah kasihan dari orang lain. 

"Mau gimana mas. Saya juga tidak punya biaya untuk mencari anak saya. Cuman bisa berdoa saja semoga diberi keselamatan," kata Herianto kepada Klik Kaltim. 

Informasi terakhir, Rajis itu diantar oleh keluarganya dari malang ke Pelabuhan Surabaya untuk dipulangkan ke Bontang. Namun, sepertinya Rajis belum ingin pulang dan kembali ke Malang. 

Saat pergi dari rumah beberapa bulan yang lalu Rajis begitu saja keluar. Tidak ada pamit ataupun meminta izin kepada orang rumah.

Baca juga: Viral, Pemuda Disabilitas asal Bontang Terlantar di Pulau Jawa

Kebiasaanya saat suntuk memang suka bepergian hanya dengan berjalan kaki. Kalau dilarang bepergian M Rajis akan mengamuk. Saat perjalanan ke Surabaya kemarin saja dia ikut menumpang supir truk untuk sampai ke Pelabuhan Balikpapan. 

"Sepertinya dia salah naik bis. Harusnya ke Malang cuman dia terbawa sampai ke Jawa Tengah yaitu Pemalangan," sambungnya. 

Dia mengatakan sejak kecil ada urat saraf otak Muhammad Rajis yang kejepit. Berdasarkan hasil diagnosa itu, anaknya sempat akan dioperasi. Namun batal karena sangat rawan terjadinya kesalahan yang dapat mengancam nyawa. 

Herianto mengakui dengan kondisi hidup yang memperihatinkan ini, Dia tidak bisa berbuat banyak. Kalaupun anaknya kembali ke Malang Heri pasti mendapat telepon dari keluarganya. 

"Kalau ada yang bisa menemui juga dicantumkan keberadaan anaknya. Kalau saya kesana sepertinya tidak mungkin karena uang pun tidak ada," pungkasnya.

Viral di Medsos

Baca di Halaman Selanjutnya..

==page break==

Muhammad Rajis Oktaviano (24) warga Jalan Pipa Gang Perintis RT 23 Kelurahan Guntung ditemukan terlantar di Surabaya, Jawa Timur.

Dari video yang diterima Klik Kaltim, pemuda itu tidak memiliki uang untuk membayar bus menuju Surabaya untuk berkunjung ke tempat.

Namun, karena tidak membawa uang walhasil dia diturunkan di Pemalang Jawa Tengah.

Setelah ditanya mau pakai grab atau enggak. Pemuda itu justru menjawab dan mencari rel kereta api untuk bunuh diri.

"Ini orang nekat pergi ke Surabaya untuk ketemu tantenya. Terus naik bis tidak ada uang diturunkan di Pemalang. Malah mencari rel untuk bunuh diri," ucap salah sorang pria yang ada di vidio tersebut.

Hasil penelusuran Klik Kaltim, pria disabilitas ini merupakan warga RT 23, Kelurahan Guntung.

Ketua RT 23, Herianto membenarkan pria ini salah satu warganya.  Ia putra dari warga bernama Herianto. Kata Usman, anak itu sudah pergi dari Bontang justru 3 bulan lalu.

Dia bepergian tanpa pamit dan tidak memiliki keluarga di Surabaya. Namun memiliki kerabat di Malang Jawa Timur.

Rajis diketahui sempat sudah mendatangi rumah keluarganya. Sampai di sana dia tidak memiliki uang untuk membayar ongkos grab senilai Rp 500 ribu.

Kemudian keluarga pun patungan untuk membiayai ongkos kepada pengendara grab. Yang menjadi soal anak itu mengetahui alamat keluarga. Padahal sudah lama tidak kesana.

"Sudah lebih 3 bulan. Dulu sempat mencari anak itu didapat informasi ada di Malang. Tapi tidak punya uang untuk bayar grab jadi keluarga patungan. Ternyata sekarang sudah tidak ada lagi dan pergi," kata Usman, Minggu, (2/7/2023).

Saat ini orang tua juga sedang berusaha mencari atau menelusuri keberadaan anaknya di Surabaya. Ketua RT pun berusaha memfasilitasi dengan menghubungi pihak kelurahan.

Diketahui M Rajis ini lulusan Sekolah Luar Biasa (SLB). Anak itu pun senang bepergian namun tidak pernah sampai jauh keluar pulau Kalimantan.

Sempat beberapa waktu kebelakang anak itu nyasar sampai ke Muara Wahau terus orang tua harus kesana untuk menjemputnya.

Orang tua saat ini berharap anak itu bisa ketemu dan dipulangkan ke Bontang. Apalagi kondisi perekonomian kedua orang tuanya kurang mampu.

"Kita coba koordinasi dulu dengan kelurahan. Langkah yang dianbil seperti apa. Orang tua sih maunya dipulangkan," sambungnya.

Dikonfirmasi juga Lurah Guntung Denny Febrian akan berkoordinasi dengan Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat.

Namun sebelum itu perlu ada keterangan dulu dari orang tua. Serta mencari keberadaan Muhammad Rajis Oktaviano yang berada di Pemalang saat ini.

"Kita coba telusuri dulu yah. Tadi pak RT sudah kasih info keterangan dari orang tua yang bersangkutan," kata Denny.

Artikel berlanjut ke halaman berikutnya.

Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.btekno.id
dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR