Proyek Drainase
Tak Selesaikan Masalah Banjir; Proyek Drainase di Bontang Baru Disoal Warga, Dinas Beri Catatan
Foto: Proyek drainase sepanjang 52 meter di RT 04, Kelurahan Bontang Baru, Kecamatan Bontang Utara disoal warga/Klik Kaltim
KLIKKALTIM.COM - Proyek pengerjaan drainase sepanjang 52 meter di RT 04, Kelurahan Bontang Baru, Kecamatan Bontang Utara disoal warga.
Pembangunan parit itu dinilai tak menyelesaikan masalah. Karena, warga menilai persoalan sesungguhnya di parit yang sudah ada, tepat di Jalan Piano 2, RT 04.
Warga di Jalan Piano 2 menuturkan, parit yang di depan rumahnya saja tak berfungsi baik. Alih-alih diperbaiki, pemerintah justru membuat parit baru.
"Itu saya bingung kenapa dibangun justru di belakang rumah saya. Sedangkan ini yang di depan rumah aja tidak berfungsi karena masih ada warga di bawah terdampak banjir," kata dia kepada Klik Kaltim, Senin (22/5/2023).
Baca Juga : Proyek Drainase di R Suprapto Tanpa Saluran Pembuangan, Air Menggenang saat Hujan
Hal serupa disampaikan tetangganya, warga yang berada persis di samping proyek baru drainase itu juga bertanya-tanya. Bangunan parit itu dinilai tidak tepat dibangun pada posisi yang saat ini.
Karena dinilai sangat lebar. Meski informasi yang diterima itu adalah proyek kelanjutan dari drainase sebelumnya.
"Iya disamping persis. Yang punya tanah juga sebenarnya tidak ingin kalau dibangun dengan ukuran yang besar," ucapnya.
warga tunjukkan parit yang dibangun tanpa saluran pembuangan ke selokan
Baca Selanjutnya : Tak Koordinasi RT hingga Ada Pelanggaran...
==page break==
Tak Koordinasi dengan RT
Dikonfirmasi terpisah Ketua RT 04 Kelurahan Bontang Baru Syamsuddin mengaku Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang tidak berkoordinasi lebih awal.
Padahal, ada yang sangat prioritas dan perlu dibangun segera. Prioritas usulannya berada di pembangunan saluran drainase di Jalan Piano 2. Kegunaannya selain untuk drainase bisa juga untuk melebarkan jalan.
"Itu dibangun tanpa koordinasi ke saya. Masyarakat ada yang mengeluh. Termasuk pemilik lahannya. Lokasi itu tidak prioritas padahal," kata Syamsuddin.
Memang lokasi yang dibangun saat ini merupakan lanjutan pembangunan sebelumnya. Walhasil imbas masyarakat yang terdampak banjir pun belum bisa teratasi.
"Saya yang kebingungan menjawabnya gimana. Harusnya ada iktikad baik untuk berkomunikasi lah," pungkasnya.
Beri Catatan ke Kontraktor
Dikonfirmasi terpisah Kabid Sanitasi, Air Minum dan Sumber Daya Air Dinas PUPRK Bontang Edi Suprapto mengatakan, tim sudah terjun ke lokasi yang dimaksud.
Hasil temuan di lapangan proyek senilai Rp 100 juta tanpa papan informasi. Kemudian, ada beberapa keluhan hingga ketua RT 04 tidak mendapat informasi itu.
"Iya tadi memang plang proyeknya tidak ada. Harusnya ada itu. Keluhan warga juga akan ditindaklanjuti," singkat Edi.
Ikuti berita-berita terkini dari
klikkaltim.btekno.id
dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: