Usai Mutasi Besar-Besaran di DPM-PTSP; Beban Kerja Pegawai Bertambah, Pelayanan Lebih Lama
Foto: Situasi lengang di Kantor DPM-PTSP usai mutasi besar-bersaran hari pertama, Senin (6/5/2024)
KLIKKALTIM.COM- Beban kinerja para pegawai di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) bertambah ekstra usai kebijakan mutasi besar-besaran di sana mulai, Minggu (5/5/2024).
Hari pertama usai mutasi, pegawai kewalahan dengan beban kerja yang sebelumnya diurusi beberapa orang sekarang harus merangkap.
Kepala DPM-PTSP Aspianur mengatakan, pada Senin (6/5/2024) dia memimpin rapat untuk pembagian tugas. Pasalnya banyak staf yang dipindah berdampak pada beban kerja pegawai.
Banyak yang harus merangkap tugas. Apalagi total pekerja yang saat ini hanya berjumlah 30 orang. Itu sudah termasuk 5 orang TKD yang ditugaskan di Kantor Imigrasi.
"Kalau pelayanan tidak terganggu. Hanya saja tugas kerja sedikit bertambah. Rencana orang yang di TU kita jadwal untuk pelayanan perizinan," ucap Aspianur kepada Klik Kaltim, Senin (6/5/2024).
Baca Juga : Sanksi Diterapkan! 40 Pegawai DPM-PTSP Bontang Dipindah Buntut Konflik Internal
Kekurangan Pegawai Akan Diatasi....Baca Selanjutnya
==page break==
Lebih lanjut ihwal kekurangan tenaga kerja masih belum ada jawaban dari Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM).
Karena, para pekerja yang dimutasi tidak berbarengan dengan roling para pekerja baru. Sementara pekerja yang tersedia saat ini juga harus beradaptasi pasca kebijakan Wali Kota.
"Saya tidak tahu apakah nanti ada penambahan atau rotasi dari OPD lain. Sekarang kita cuman manfaatkan saja pekerja yang ada,"sambungnya.
Baca Juga : Hasil Audit Konflik DPM-PTSP Bontang; Sekretaris Dipindah, Pegawai Juga Disanksi
Salah satu warga mengurus Legalisir IMB Rudi harus menunggu pejabat DPM-PTSP sedikit lama karena agenda rapat.
Padahal dirinya datang untuk mengurus berkas yang diperlukan. Jauh-jauh dari Bontang Lestari ternyata harus menunggu dan pulang.
"Saya disuruh lagi balik nanti siang. Karena pejabatnya rapat. Padahal cuman mau legalisir IMB aja," ucap Rudi.
Ikuti berita-berita terkini dari
klikkaltim.btekno.id
dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: