Wali Kota Bontang Habiskan Rp 450 Juta ke Eropa, Balikpapan-Samarinda Tak Ikut
Foto: Wali Kota Bontang Basri Rase diwawancara usai pelaksanaan Musrenbang Kecamatan Bontang Selatan, Senin (12/2/2023) siang.(M Rifki/Klikkaltim)
KLIKKALTIM - Rombongan Pemkot Bontang yang dipimpin Wali Kota Basri Rase telah mengajukan izin perjalanan dinas luar negeri ke gubernur. Permohonan itu pun sudah disetujui.
Asisten 1 Pemprov Kaltim HM Syirajudin mengatakan izn perjalanan dinas ke Eropa untuk rombongan Wali Kota Bontang sudah diteken Gubernur Isran Noor.
“Sudah saya proses untuk di Gubernur, kalau di Kementerian Dalam Negeri (Mendagri) saya nggak mengerti,” kata Syirajuddin dikutip dari Populism.id, Jumat (17/2/2023).
Baca juga: Wali Kota Basri Dinas ke Swiss dan Paris, Sebut Bakal Cari Investor
Berdasarkan surat yang diajukan Pemkot Bontang, selain nama Wali Kota Bontang Basri Rase ada 3 pejabat yang mendampingi wali kota dalam perjalanan dinas tersebut. Diantaranya Sekretaris Daerah Aji Erlynawati, Kepala Bapelitbang Amiruddin dan Asisten III Sarifah Nurul Hidayati.
Kunjungan Wali Kota Bontang ke luar negeri ini merupakan bagian dari agenda Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI). Rencananya Basri Rase akan berkunjung ke Prancis dan Swiss.
Sejatinya ada dua kota lain yang tergabung di APEKSI Regional 5 Kalimantan perwakilan Kaltim, yaitu Balikpapan dan Samarinda. Akan tetapi dua kepala daerah tersebut memilih untuk tidak ikut serta. Pasalnya kepada daerah di dua daerah tersebut tidak mengajukan surat izin perjalanan dinas ke luar negeri.
“Kalau Samarinda dan Balikpapan setahu saya tidak ada,” kata Syirajuddin.
Alokasi Anggaran Rp 650 Juta, Baca di halaman selanjutnya ..
==page break==
Alokasi Anggaran Rp 650 Juta
Berdasarkan Sistem Rencana Umum Informasi Pengadaan (SIRUP) anggaran yang dialokasikan untuk perjalanan dinas ke luar negeri sebesar Rp 650 juta. Namun Kepala Bapelitbang Bontang Amiruddin mengatakan, realisasinya Rp 450 juta.
Wali Kota Bontang Basri Rase dijadwalkan perjalanan dinas ke luar negeri selama 10 hari (18-28/2/2023) ke Swiss dan Prancis.
Dari laman Apeksi.id, Basri dan rombongan Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) akan mengunjungi sejumlah kota, di Swiss rombongan mengunjungi Genewa dan Bern, dan Jungfrau (puncak Pegunungan Alpen) kemudian ke Paris, Prancis.
Dari rangkaian agenda kunjungan selama 10 hari itu terdapat beberapa agenda. Pertama membahas soal perlindungan HKI untuk penguatan ekonomi kreatif dan pengembangan smart city.
Kedua agenda diskusi dengan Asosiasi Indonesia Jenewa, bertemu dengan investor, serta pelajar mahasiswa dan mahasiswi Indonesia disana. Setiap daerah juga diperkenankan untuk mempresentasikan potensi masing-masing.
Baca juga: Rapat Mewah Pejabat di Hotel Bintang Lima Bali
Ketiga, berkunjung dalam Kedutaan Besar Bern dan berdiskusi. Keempat rombongan akan mengunjungi pabrik coklat di Switzerland, dan Jungfrau.
Basri mengungkapkan, kepentingan Kota Bontang dalam kunjungan ke 2 negara itu berkaitan dengan pengembangan digital, penguatan UMKM dan juga mencari investor.
Sebelumnya juga pernah berkoordinasi dan menjalin silaturahmi dengan Jerman pada pertemuan lalu.
"Target kita adalah peningkatan sumber daya manusia, karena mau tak mau sekarang digital semua. Menggaet investor juga dengan mempresentasikan potensi Kota Bontang," kata Basri kepada awak media seusai menghadiri Musrenbang Kecamatan Bontang Selatan, Senin (13/2/2023).
Baca juga: Belum Ada Hasil, Bakhtiar Pertanyakan Hasil Rapat Pemkot & Perusahaan ke Bali
Ikuti berita-berita terkini dari
klikkaltim.btekno.id
dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: