Assesmen Oknum PNS Positif Narkoba: Teratur Pakai Sabu, Pernah Terjaring di 2021
Foto: Petugas melakukan tes urin di Disdamkartan Bontang.
KLIKKALTIM.COM - Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Bontang membeberkan hasil asesmen Dua oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) yang didapati positif narkoba.
Pertama untuk oknum berinisial ED masuk dalam kategori pengguna sedang ke berat. Walhasil dia disarankan untuk mendapat pemulihan di Balai Rehabilitasi BNN di Tanah Merah, Kota Samarinda.
Bahkan dari informasi yang diterima ED ini sempat terjaring juga dalam program deteksi dini 2021 silam. BNNK Bontang sempat merekomendasikan dia untuk rehab jalan.
Baca Juga : Lagi-lagi 2 ASN Disdamkartan Bontang Positif Sabu, Bakal Jalani Rehab di BNN
Baca juga: Jaringan Pemasok Narkoba ke ASN Bontang Dibongkar, 3 Pemuda Diamankan dari Berebas & Halal Square
Sedangkan, oknun kedua berinisial As masuk dalam kategori pengguna ringan ke sedang. Dimana dia juga diminta untuk melakukan rehabilitasi rawat jalan di BNNK Bontang.
Kepala BNN Kota Bontang Lulyana Ramdhani mengatakan, hasil asemen itu juga sudah diberikan ke Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) pada Rabu (17/5/2023) pagi.
Di dalam laporan asemen.. baca di halaman selanjutnya
==page break==
Di dalam laporan asemen itu juga diminta BKPSDM bisa melakukan pendampingan untuk oknum yang melakukan rawat jalan.
Agar yang bersangkutan bisa benar-benar lepas dari ketergantungan narkoba jenis sabu. Apalagi, kedua oknum itu memakai narkoba.
"Sudah diserahkan. Kemudian kewenangan ada di Pemkot Bontang melalui BKPSDM. Kita sarankan BKPSDM bisa mendampingi," kata Lulyana kepada Klik Kaltim, Rabu (17/5/2023).
Program deteksidini juga akan terus berlanjut. Mengingat berdasarkan Instruksi Presiden soal 5 persen dari total ASN harus di tes urine.
BNNK Bontang juga berkomitmen membantu Pemerintah Kota Bontang agar seluruh ASNnya bisa bebas dari penyalahgunaan narkotika.
"Iya akan ada lanjutan kita datangi OPD lainnya untuk di tes urine. Semoga saja ini menjadi triger buat lainnya agar bisa segera berhenti dari pengguna narkoba," sambungnya.
Baca Juga : BNN Kantongi Identitas Pemasok Narkoba untuk 2 Pegawai Honorer di Loktuan
Sementara perwakilan BKPSDM yang ditemui Klik Kaltim di Kantor BNN Kota Bontang enggan dimintai keterangan. Kata dia infornasi bisa langaung ditanya sama Kepala BKPSDM Sudi Priyanto.
Ikuti berita-berita terkini dari
klikkaltim.btekno.id
dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: