Utang Proyek Wika

Bukan Hanya Rekanan, PT Wika Juga Menunggak Utang ke Warung Makan

Oleh: M Rifki
Kamis, 22 Juni 2023 | 00:00 WITA
Dibagikan 0 kali
Bukan Hanya Rekanan, PT Wika Juga Menunggak Utang ke Warung Makan

Foto: Lokasi pabrik PT Kaltim Amonium Nitrat yang dikerjakan PT Wika di Bontang/Dok Klik Kaltim

KLIKKALTIM.COM- Utang PT Wijaya Karya (Wika) kontraktor pembangunan mega proyek PT Kaltim Amonium Nitrat (KAN) di Bontang rupanya turut menyeret pelaku usaha UMKM. Pembayaran ke warung makan langganan pekerja perusahaan plat merah ini juga menunggak. 

Pemilik warung di Bontang Utara mengaku, Wika menunggak Rp 66 juta kepada dirinya. Makanan yang dipasok ke pekerja selama 1 bulan 17 hari itu belum dibayar sejak Mei kemarin. 

Kepada Klik Kaltim pelaku UMKM mengaku telah melakukan penagihan ke manajemen. Namun, saat ini belum ada titik terang. 

Baca Juga Menunggak Miliaran Rupiah, Rekanan PT Wika Tagih Utang Proyek

Ia mengeluhkan, saat ini kesulitan menjalankan usahanya. Apalagi sejumlah pemasok sayur dan bahan baku telah menagih pelunasan. Sedangkan manajemen Wika urung membayar. 

Baca JugaPT Wika Target Pabrik Selesai Juli 2023, Utang Proyek ke Rekanan Segera Dibayar

"Karena tunggakan itu jadi saya keteteran. Ikut ditagih sama yang berikan modal dan tempat usaha rekanan saya. Baru 7 bulan bekerja sama baru ini terlambat jauh," kata salah seorang pelaku UMKM yang enggan disebutkan namanya. 

Baca JugaSisakan Utang Proyek Miliaran ke Rekanan, Ketua DPRD Bontang Minta PKT Black List PT Wika

Khawatir utang semakin menumpuk, pelaku UMKM ini terpaksa menyetop pasokan makanan ke PT Wika terhitung per Sabtu (17/6/2023). 

Baca Selanjutnya : Minta Diblack List PKT

==page break==

Sebelum Idul Fitri 1444 Hijriah lalu paling tidak dirinya mengirimkan total 120an paket makanan. Selama sehari biasanya ada 2 kali. Jumlah pasokan menyusut usai lebaran yang hanya ada 80an kotak.

Baca JugaDewan Jadwalkan Panggil PT Wika Terkait Utang Proyek Miliaran ke Rekanan

"Saya hentikan mas. Karena malu juga saya ditagih sama orang. Nanti hutangnya juga menumpuk," tuturnya.

Klik Kaltim telah mengkonfirmasi ke manajemen PT Wika sejak Rabu, (21/6/2023). Namun, hingga hari ini manajemen urung menjawab pesan yang dikirimkan ke nomor ponsel mereka. 

Ketua DPRD Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam meminta agar pemerintah dan swasta kompak mencoret BUMN Karya yang punya catatan buruk selama beroperasi di Bontang.

Kasus utang proyek PT Wijaya Karya (Wika) kepada pengusaha lokal Bontang harus menjadi pelajaran bagi pemangku kebijakan.

Baca JugaPT Wika Janji Bayar Utang Proyek Mulai Juli Ini, Begini Tahapan Pembayaran

Aktivitas industri yang seharusnya menggerakan ekonomi daerah, justru berimbas negatif bagi pengusaha lokal. Bukan hanya rekanan perusahaan, bahkan pelaku usaha kecil seperti pemilik warung makan turut terdampak.

"Sudah seharusnya ini menjadi pelajaran bagi pemerintah maupun perusahaan Pupuk Kaltim dan swasta lainnya," ungkap Andi Faiz kepada Klik Kaltim, Kamis (22/6/2023). 

Baca Juga Menunggak Miliaran Rupiah, Rekanan PT Wika Tagih Utang Proyek

Politisi Partai Golkar ini mendorong agar pemerintah dan swasta kompak mem-black list perusahaan dari luar dengan catatan buruk, termasuk BUMN seperti Wika. 

Artikel berlanjut ke halaman berikutnya.

Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.btekno.id
dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR