Utang Proyek Wika

Menunggak Miliaran Rupiah, Rekanan PT Wika Tagih Utang Proyek

Oleh: M Rifki
Kamis, 15 Juni 2023 | 00:00 WITA
Dibagikan 0 kali
Menunggak Miliaran Rupiah, Rekanan PT Wika Tagih Utang Proyek

Foto: Pengerjaan PT GMS di Pembangunan pabrik bahan peledak/ Ist- Klik Kaltim

KLIKKALTIM.COM- Rekanan proyek pembangunan pabrik bahan peledak PT Wijaya Karya (Wika) menuntut perusahaan segera melunasi tagihan mereka. 

Para rekanan telah menyelesaikan pekerjaan  namun hingga saat ini masih banyak tunggakan yang belum dibayarkan perusahaan plat merah ini. 

Salah satu rekanannya, PT Graha Mandala Sakti (GMS). Direktur PT GMS Alfin mengaku tunggakan saat ini senilai Rp 3,5 miliar. Harusnya PT wijaya Karya membayarkan tagihan di Mei 2023. 

Baca JugaDewan Jadwalkan Panggil PT Wika Terkait Utang Proyek Miliaran ke Rekanan

Bahkan untuk Juni 2023 ini harusnya PT Wika belum membayarkan. Saat sampai hari ini belum dibayarkan total tagihan PT GMS mencapai Rp 6,1 miliar. 

"Belum ada pencairan. Kami manajemen juga dijanji terus. Bahkan ada juga perusahaan lokal yang merasakan hal yang sama," kata Alfin kepada Klik Kaltim. 

Baca Juga Setelah Ditegur Disnaker, PT Wika Buka 35 Lowongan Kerja

Kata Alfin imbas pembayaran yang tertunggak itu mengakibatkan perusahaan harus menombok untuk menggaji karyawan. 

Baca JugaBukan Hanya Rekanan, PT Wika Juga Menunggak Utang ke Warung Makan

Dirinya menganggap PT Wika tidak sewajarnya menunggak pembayaran bagi para sub kontraktor yang berkontrak. "Yah kalau tidak di bayar kami bongkar semua scaffolding yang terpasang di sana," tuturnya. 

Tidak hanya PT GMS, Baca di Halaman Selanjutnya..

==page break==

Tidak hanya PT GMS, Klik Kaltim juga mendapat informasi salah satu perusahaan lainnya yaitu PT Sawerigading Borneo Utama (SBU) yang juga mengalami hal yang sama. 

Total pembayaran yang belum dibayarkan total Rp 87 juta dari total 4 pengerjaan. Diantaranya pondasi water supply system, pondasi hazardaus waste warehouse, pondasi PAIA, dan upper structur central control building. 

Direktur PT SBU Udin Dohang menyayangkan keterlambatan pembayaran invoice. Padahal, semua pengerjaan sudah dilakukan 100 persen. 

"Penagihan sudah sejak Maret 2023 lalu. Tapi belum ada kabar. Nilainya juga tidak banyak cuman kenapa lama sekali," terang Udin Dohang. 

Baca JugaGelar Aksi Demonstrasi, Desak PT Wika Prioritaskan Pekerja asal Guntung

Dikonfirmasi terpisah Manager Keuangan PT WIKA Faisal Akbar mengaku semua tunggakan pembayaran masih proses.

Kepada kontaktor yang belum dibayarkan harap bersabar dan PT Wika meminta keringanan waktu dalam pencairan. 

"Pertama tama kami mengucapkan terima kasih atas kerja sama yang baik yang dilakukan selama ini dan memohon maaf atas keterlambatan pembayaran pada proyek kami," tulis Faisal dalam pesan singkat kepada Klik Kaltim. 

Lebih lanjut PT WIKA tetap beritikad baik dan berkomitmen  untuk menyelesaikan pembayaran tagihan PT GMS dan rekanan lainnya secara bertahap.

"Berkenaan dengan itu kami mohon dapat diberikan keringanan waktu kepada kami," pungkasnya.

Artikel berlanjut ke halaman berikutnya.

Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.btekno.id
dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR