Ibu-Ibu Kesurupan saat PJ Gubernur Temui Ambo Bahas, Sebut Buaya Riska Tidak Bersalah 

Oleh: M Rifki
Kamis, 12 Oktober 2023 | 00:00 WITA
Dibagikan 0 kali
Ibu-Ibu Kesurupan saat PJ Gubernur Temui Ambo Bahas, Sebut Buaya Riska Tidak Bersalah 

Foto: PJ Gubernur Akmal Malik ketemu Youtuber Ambo/ M Rifki- Klik Kaltim. 

KLIKKALTIM.COM - PJ Gubernur Kaltim Akmal Malik mengunjungi Youtuber Ambo yang punya kedekatan dengan Buaya Riska di Kelurahan Guntung pada Kamis (12/10/2023). Di tengah pertemuan itu, seorang perempuan yang diduga warga setempat tiba-tiba kesurupan. 

Salah seorang warga mengaku sering mendapatkan mimpi buruk. Di tengah dialog itu ibu-ibu yang mengenakan jilbab ungu langsung menari seperti kesurupan. 

Kejadian itu pun disaksikan oleh semua rombongan. Selama satu menit ibu-ibu itu menari tak jelas. Bahkan dia juga melompat-lompat di depan PJ Gubernur. 

Tamu undangan sontak melafadzkan shalawat. Sembari berdoa agar ibu-ibu yang kesurupan bisa sadar. 

"Saya sering dapat mimpi aneh. Sejak Buaya Riska direlokasi. Kenapa dia harus ditangkap padahal tidak salah," kata Ibu-ibu tersebut sebelum kesurupan. (lihat videonya klik di sini)

Setelah itu ibu-ibu itu langsung terjatuh dan pingsan. Warga sekitar pun berusaha menolong agar bisa kembali siuman. 

"Memang sering kesurupan itu dia. Apalagi sejak Buaya Riska di relokasi," terang salah seorang warga. 

Baca juga: Mendagri Tito Karnavian Suka Nonton Konten Buaya Riska, PJ Gubernur Diinstruksikan Temui Ambo

PJ Gubernur Kaltim Akmal Malik pun tidak mempersoalkan adanya kesurupan itu. Dirinya menganggap itu kejadian yang biasa ditemui saat berada di sebuah tempat. 

"Tidak masalah itu. Biasa saja. Memang mungkin karena syok saja jadi dia kesurupan," terang Akmal Malik. 

Kedatangan Akmal Malik ini merupakan arahan dari Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Karena Mendagri itu sering melihat video Youtuber Ambo Riska. 

"Saya dihubungi pak Mentri untuk datangi Ambo. Karena Pak Menteri juga senang lihat video dia dekat dengan buaya," kata Akmal Malik. 

Menurut Akmal Malik dirinya ingin mendengar langsung bagaimana kedekatannya dengan buaya. Sementara ini posisi Buaya Riska yang sudah di Relokasi ke Balai Konservasi BKSDA di Balikpapan.

"Saya minta pak Ambo bersabar. Bagaimanapun Buaya itu binatang buas. Mungkin karena insiden kemarin terkaman buaya ke warga itu kewenangan BKSDA," sambungnya. 

Di lokasi juga ada Youtuber Ambo dan Lurah Gunting Denny Febrian. Diketahui pada Selasa (8/8/2023) lalu ada insiden buaya menerkam warga. Saat ini perbincangan keduanya masih berlangsung.

Kemudian berjalannya waktu BKSDA merelokasi setidaknya 2 buaya besar. Termasuk Buaya Riska.

Menurutnya potensi ini harus dicarikan solusinya. Kepada Ambo yang memiliki Subscriber 1,2 juta diminta bersabar. Paling tidak buaya yang di relokasi akan aman di penangkaran.

6 Fakta Usai Buaya Riska Ditangkap; Rumah Ambo Sempat Dijaga Polisi, Bakal Gandeng Pengacara

Baca di Halaman Selanjutnya ..

==page break==

Usia Buaya Riska ditangkap untuk dievakuasi oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kaltim, Selasa (3/10/2023) kemarin terungkap sejumlah fakta menarik dari satwa yang viral ini. 

Buaya Riska, satwa yang diklaim anak Ambo ini menjadi konten populer di kanal Youtube Fitriyani RISKA dengan jumlah pelanggan mencapai 1,2 juta subscribe. Usai dievakuasi oleh Tim BKSDA Klik Kaltim merangkum fakta-fakta terbaru terkait Buaya Riska : 

Diklaim Betina Padahal Jantan 

Selama 26 tahun merawat buaya Riska, bahkan Ambo belum mengetahui jenis kelaminnya. Pasalnya dirinya meyakini sebelumnya Riska adalah perempuan. 

Hal itu berdasarkan nurani Ambo itu sendiri. Selain itu juga buaya Riska acap kali diikuti oleh anak-anaknya dari belakang. Dari situlah Ambo meyakini kalau sebelumnya Riska itu ialah betina. 

"Saya memang jujur awalnya meyakini Riska itu betina. Karena itu berasal dari nurani saya yang dekat dan merawat selama 26 tahun. Memang belum pernah saya cek sih kalau buaya Riska itu jantan atau betina," kata Ambo kepada Klik Kaltim, Rabu (4/10/2023). 

Baca juga: Ambo Yakin Buaya yang Dievakuasi Riska, Mohon Kesempatan Bertemu

Akrab dengan Manusia 

Sejak 26 tahun lalu, Buaya Riska sering diberi makan oleh Ambo. Ambo tidak pernah sedikitlun merasa terancam. Karena setiap kali mengunjungi habitanya buaya Riska selalu menutup mata saat Ambo ingin berada di sampingnya. 

Hal itu lah yang meyakini Ambo kalau Buaya Riska tidak menganggap manusia itu sebagai mangsa seperti dengan buata liar lainnya. 

"Itu buaya Riska mana takut kalau ada manusia lewat. Karena dia menganggap bukan ancaman. Saat saya mau datangi aja dia selalu tutup mata dulu," sambungnya. 

Di Jaga Polisi Agar tidak ke Muara, Baca di Halaman Selanjutnya..

==page break==

Dijaga Polisi Agar Tidak ke Muara 

Rumah Ambo pada Senin (2/10/2023) malam pun dijaga oleh aparat penegak hukum. Total ada 3 personil yang melarang Ambo untuk tidak pergi ke muara. 

Alasannya karena soal keselamatan. Petugas khawatir ada terjadi kegaduhan yang mengakibatkan bentrok antar warga. 

Baca Juga : Setelah Riska Dievakuasi, Masih Ada 2 Buaya Guntung yang Bakal Direlokasi

"Ada total 7 orang. 3 diantaranya itu polisi yang jaga saya dan melarang pergi ke muara," ungkap Ambo. 

Dirawat Sejak Kecil

Ambo kali pertama bertemu dengan Buaya Riska saat masih bekerja di lokasi proyek tak jauh dari rumahnya. Dari ukuran kecil hingga sekarang sepanjang hampir 4,5 meter dan lebar perut 70 centimeter. 

Usai dievakuasi oleh BKSDA,  Ambo menilai tim salah tangkap. Sebab, harusnya buaya ompong yang diklaim Ambo menyerang warga Guntung beberapa waktu lalu. Harusnya, BKSDA terlebih dahulu menangkap buaya liar.

Baca juga: Didampingi Polisi, BKSDA Berhasil Evakuasi Buaya 4 Meter di Guntung

Tidak Tandatangani Surat Bersedia Evakuasi

Pihak Kelurahan Guntung sempat memberikan secarik kertas yang berisi persetujuan evaluasi Buaya Riska yang dekat dengan Ambo. 

Namun, surat itu tidak ditandatanganinya lantaran Ambo masih tetap kukuh menganggap buata Riska tidak bersalah. 

Menurut Ambo BKSDA Kaltim seharusnya tidak hanya menyasar Buaya Riska. Karena dirinya meyakini benar kalau yang menyerang warga itu ialah Buaya Ompong. 

"Ada itu suratnya tidak saya tandatangani. Eh ternyata Buaya Riska tetap dievakuasi," terang Ambo.

Menggaet Kuasa Hukum Dalam Persoalan Buaya Riska

Ambo mengaku didatangi oleh salah seorang pengacara beberapa waktu lau, secara simpatik pengacara itu menawarkan diri untuk menjadi kuasa hukum tanpa pungutan biaya apapun. 

Ambo pun dengan senang hati menyambut baik adanya uluran tangan dari kuasa hukum. Selanjutnya ada beberapa item persoalan yang akan dibawa ke ranah hukum. 

Kendati begitu Ambo belum ingin menjelaskan ke publik masalah apa saja yang akan diadukan.

Artikel berlanjut ke halaman berikutnya.

Ikuti berita-berita terkini dari klikkaltim.btekno.id
dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR