Operasi Timbang Serentak Bontang Capai 100 Persen, Kader Terjun dari Rumah ke Rumah
Foto: Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni saat meninjau pelaksanaan operasi timbang di Posyandu.
BONTANG - Pemerintah Kota Bontang sukses menggelar Operasi Timbang serentak dengan capaian 100 persen sasaran.
Kepala Dinkes Bontang Toetoek Pribadi Ekowati mengatakan, operasi yang berlangsung sejak 9 hingga 13 Juni 2026 tersebut berhasil menimbang dan mengukur tingkat pertumbuhan 9.824 balita di 15 kelurahan.
Salah satu kunci sukses operasi ini adalah kegigihan para kader di lapangan. Selain melakukan penimbangan di posyandu, mereka juga bergerak dari rumah ke rumah untuk menemui sasaran yang berhalangan hadir.
“Alhamdulillah 100 persen," ucap Toetoek saat ditemui Kamis (26/6/2026).
Dia menjelaskan bahwa operasi timbang digelar untuk mendapatkan data terkini angka stunting, sekaligus menguji hasil intervensi pemerintah. Sebelumnya pemkot telah melaksanakan berbagai program penanganan bagi 1.489 anak stunting. Program yang berjalan sejak 6 bulan lalu adalah pemberian makanan tambahan (PMT) dan edukasi pemenuhan gizi.
"Operasi timbang ini untuk melihat keberhasilan dari intervensi, dan bahan evaluasi. Sekaligus untuk melihat apakah ada kasus baru,” ucap Toetoek.
Saat ini tim teknis Pemkot tengah melakukan validasi data. Proses ini untuk mencocokkan perkembangan sasaran berdasarkan komparasi dari hasil sebelumnya dan data terbaru.
"Makanya validasi ini membutuhkan waktu. Awal Juli ini kami rilis hasilnya," sambungnya.
Berdasarkan hasil operasi timbang 2025 lalu, tingkat prevalensi stunting di Bontang masih mencapai 17 persen atau 1.489 anak. Kelurahan Loktuan menjadi wilayah dengan jumlah kasus tertinggi dengan 190 balita. Disusul Kelurahan Tanjung Laut 147 balita dan Tanjung Laut Indah 146 balita.
Selanjutnya, Kelurahan Bontang Lestari mencatat 124 balita stunting, Berebas Tengah 117 balita, Api-Api 112 balita, serta Gunung Elai sebanyak 107 balita. Sementara itu, Gunung Telihan memiliki 99 balita stunting, Belimbing 93 balita, Guntung 83 balita, dan Berbas Pantai sebanyak 80 balita.
Adapun wilayah lainnya yakni Bontang Baru tercatat 74 balita stunting, Satimpo 51 balita, Bontang Kuala 45 balita, dan Kanaan menjadi wilayah dengan jumlah terendah, yakni 21 balita. (*)
Ikuti berita-berita terkini dari
klikkaltim.btekno.id
dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: