Petugas Dikira Sales hingga Peminta Sumbangan, Sensus Ekonomi di Bontang Jauh dari Target
Foto: Surveyor berbaris di agenda pelepasan petugas sensus Ekonomi 2026 di Halaman DPMPTSP Bontang. (dok)
BONTANG - Surveyor sensus ekonomi 2026 di Bontang kerap ditolak karena disangka sales saat mendata ke rumah warga. Kondisi ini berimbas pada rendahnya capaian sensus yang baru di angka 9,3 persen.
Hambatan yang dialami para petugas itu dibeberkan Kepala BPS Bontang, Nur Wahid saat ditemui di kantornya, Selasa (23/6/2026). Selain disangka wiraniaga, banyak masyarakat mengira surveyor adalah peminta sumbangan.
"Ada yang dikira sales atau peminta sumbangan. Makanya wajib pakai atribut kalau bertugas," ucap Nur Wahid, Selasa (23/6/2026).
Dia juga mengakui bahwa sensus kali ini mayoritas diisi petugas baru, sehingga masih minim pengalaman. Berbagai kendala yang dialami membuat progres pendataan berjalan lamban dan jauh dari target. Untuk mempercepat pendataan, BPS berencana meningkatkan pendampingan petugas melalui koordinasi dengan ketua RT dan aparat kelurahan.
"Progres memang sedikit lambat," ungkap Nur Wahid.
Petugas juga mengalami tantangan terkait keterbukaan masyarakat, khususnya pertanyaan mengenai penghasilan. Dalam beberapa kasus, ditemukan warga yang mengaku berpenghasilan rendah karena berharap mendapatkan bantuan sosial. Padahal data sensus tidak diperuntukkan untuk program bantuan.
"Bagi beberapa orang merasa tidak nyaman mengungkap kondisi ekonomi keluarga. Maka dari itu petugas harus menyakinkan kalau data yang dikumpulkan adalah rahasia," sambungnya.
Wahid menjelaskan data sensus akan menjadi acuan pemerintah pusat untuk mengukur pendapatan dan pengeluaran warga. Sensus yang berlangsung 10 tahun sekali ini sudah berjalan sejak Senin (15/6/2026) lalu dan berakhir Agustus mendatang. BPS menerjunkan 142 petugas yang mengumpulkan data ekonomi melalui metode door to door. Para surveyor akan mendapatkan upah sekira Rp5 juta.
"Kami harap selesai sesuai target," tuturnya. (*)
Ikuti berita-berita terkini dari
klikkaltim.btekno.id
dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: