Belum Pernah Difungsikan, Pemkot Kucur Anggaran Perbaikan Gedung Rumah Kreatif Millenial
Foto: Gedung Rumah Kreasi Milenial (RKM) di Lapangan HOP 1, Kelurahan Satimpo, Bontang Selatan.
BONTANG - Gedung Rumah Kreasi Milenial (RKM) di Lapangan HOP 1, Kelurahan Satimpo, Bontang Selatan diguyur anggaran perbaikan. Padahal infrastruktur yang selesai dibangun di 2025 lalu itu belum sempat difungsikan.
Kabar itu disampaikan Kepala Bidang Tata Ruang dan Tata Bangunan PUPR Bontang, Robysai Manassa Malisa. Alokasi yang digelontorkan include dengan proyek lanjutan renovasi Kawasan Pusat Olahraga di Lapangan HOP I senilai Rp17,5 miliar. Proyek perbaikan yang dikerjakan PT Gariyan Alfath Saguna itu menyasar sarana lantai, plafon, saluran toilet, hingga pemasangan meteran air.
"Anggaran untuk perbaikan RKM sekitar Rp300 juta," kata Robysai, Selasa (23/6/2026).
Setelah perbaikan rampung, Dinas PUPR Kota Bontang akan melimpahkan aset itu ke Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Dispora-Ekraf) sebagai OPD teknis.
"Pengelolan nanti lanjut di dinas," sambungnya.
Sebelumnya diberitakan, Gedung Rumah Kreatif Milenial (RKM) Bontang hingga kini belum difungsikan. Mirisnya, fasilitas senilai Rp 4,9 miliar itu malah menjadi gudang dan tempat tidur tukang proyek.
Kondisi tersebut tentu saja memantik sorotan dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari Wakil Ketua Komisi C Muhammad Sahib.
Politisi Nasdem ini mengaku terkejut saat menerima informasi bahwa RKM dimanfaatkan PT Gariyan Alfath Saguna, Kontraktor asal Samarinda yang mengerjakan proyek renovasi lanjutan Lapangan HOP 1, Kelurahan Satimpo, Bontang Selatan.
Sahib menilai penggunaan fasilitas pemerintah untuk kepentingan kontraktor tak dapat dibenarkan, sebab dapat merusak infrastruktur gedung. Pernyataan ini terbukti atas kasus sebelumnya, gedung RKM juga rusak karena digunakan sebagai gudang saat proyek pembangunan lapangan futsal di 2025 lalu.
"Masa dijadikan tempat tinggal tukang sama gudang. Saya akan sidak itu. Tunggu saja. Tidak boleh dipakai tempat tinggal," tegas Muhammad Sahib, Kamis (19/6/2026).
Kala itu Robysai mengatakan telah meminta kontraktor mencari tempat bagi pekerja. Dia mengakui bahwa tukang sempat menginap karena kekeliruan time line pekerjaan. Kontraktor mengira tukang dapat memulai mengerjakan penggosokan lantai, namun material belum tiba.
"Kalau mau menggosok memang harus stay di sana. Kami sudah minta pindah tukangnya untuk cari tempat tinggal," ucap Roby. (*)
Ikuti berita-berita terkini dari
klikkaltim.btekno.id
dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini: